Home Blog Page 96

KAI Percepat Regenerasi Armada Kereta Rel Listrik

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berupaya mempercepat regenerasi armada kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek melalui pengadaan rangkaian baru yang didukung Penyertaan Modal Negara (PMN) mengingat masih beroperasinya ratusan unit kereta yang telah berusia 34 sampai 41 tahun.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan kebutuhan pengadaan KRL baru menjadi penting untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang serta bertambahnya armada yang memasuki masa konservasi.

“Kami sedikit memberikan gambaran bagaimana urgency kebutuhannya untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, dan bertambahnya sarana KRL yang memasuki masa konservasi,” kata Bobby dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Bobby menjelaskan armada KRL Jabodetabek yang saat ini beroperasi masih didominasi kereta bekas impor dari Jepang yang telah berusia lebih dari tiga dekade. Sebanyak 780 unit merupakan armada eks JR East Seri 205 dengan usia 34-41 tahun, sementara 128 unit lainnya merupakan armada eks Tokyo Metro dengan rentang usia yang sama.

Di sisi lain, armada yang lebih baru terdiri atas 11 trainset atau 132 unit KRL impor dari CRRC China yang berusia kurang dari satu tahun serta tujuh trainset atau 84 unit KRL produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA yang telah mulai dioperasikan.

Menurut Bobby, kebutuhan penambahan armada juga didorong oleh tren peningkatan jumlah pengguna KRL Jabodetabek. KAI memproyeksikan jumlah penumpang tumbuh sekitar 4% per tahun hingga mencapai 437 juta orang pada 2030. R

ealisasi jumlah pengguna pada 2025 bahkan telah melampaui proyeksi sebelumnya. “Di tahun 2025 kemarin realisasinya sebenarnya sudah lebih dari 339 juta (pengguna), yaitu sekitar 357 juta realisasinya,” jelasnya.

Untuk mendukung program regenerasi armada, KAI dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjalankan proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek senilai Rp9,18 triliun. Pembiayaan proyek tersebut berasal dari dukungan pemerintah melalui PMN sebesar Rp5,3 triliun atau sekitar 58% dari total nilai proyek, pinjaman bank sebesar Rp3,69 triliun, serta kas internal KCI sekitar Rp190 miliar.

Berdasarkan paparan KAI, komponen PMN tersebut terdiri atas PMN 2024 sebesar Rp2 triliun, PMN 2025 sebesar Rp1,8 triliun, serta PMN 2026 senilai Rp1,5 triliun yang masih bersifat proyeksi.

Proyek tersebut mencakup pengadaan 16 trainset atau 192 unit KRL baru dari PT INKA senilai Rp3,85 triliun, tiga trainset atau 36 unit KRL impor dari CRRC Qingdao Sifang Co Ltd senilai Rp830 miliar, delapan trainset atau 96 unit KRL impor senilai Rp2,2 triliun untuk menggantikan program retrofit.

Kemudian, dua trainset atau 24 unit KRL retrofit dari INKA senilai Rp250 miliar, serta rencana pengadaan delapan trainset atau 96 unit KRL baru dari INKA senilai Rp2,05 triliun yang belum dikontrak.

KAI juga melaporkan bahwa PMN 2024 sebesar Rp2 triliun yang digunakan untuk pengadaan sarana baru dan retrofit telah terserap seluruhnya. Sementara itu, PMN 2025 sebesar Rp1,8 triliun telah diterima KAI pada 31 Desember 2025 dan diteruskan kepada KCI pada 20 Mei 2026.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp744,46 miliar telah dibayarkan kepada INKA, sedangkan sisanya sekitar Rp1,05 triliun akan dicairkan secara bertahap mengikuti progres penyelesaian pengadaan KRL.

Bobby mengatakan penyerapan sisa dana PMN akan mengikuti jadwal penyelesaian sembilan trainset yang saat ini diproduksi oleh INKA. “Proyeksinya akan kita spending sesuai dengan progres dari penyelesaian sembilan trainset yang sudah ada di PT INKA sesuai dengan recovery schedule-nya, yaitu diharapkan penyelesaiannya itu di bulan September tahun 2026,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Gempa di Sulut Sebabkan 27 Rumah dan 2 Gereja Rusak

BusinessUpdate – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 27 rumah warga dan dua gereja di Provinsi Sulawesi Utara rusak akibat guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 pada Senin (8/6/2026) pagi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan data sementara hingga pukul 12.30 WIB menunjukkan dampak gempa terhadap kerusakan rumah tersebut tersebar di dua wilayah kepulauan.

“Ada sebanyak 27 kepala keluarga (KK) terdampak, yang terdiri dari 20 KK di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan tujuh KK di Kabupaten Kepulauan Talaud. Selain itu, tercatat kerusakan pada 27 unit rumah di dua wilayah tersebut,” kata Abdul dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Guncangan gempa juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur publik di Kabupaten Minahasa Utara, meliputi dua bangunan gereja, satu gedung GMIM 76, satu sekolah, dan satu rumah dinas guru.

Guncangan gempa kuat berdurasi 3 hingga 4 detik sempat memicu kepanikan warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya di Kecamatan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna, dan Tahuna Barat.

Di Kecamatan Rainis, Kabupaten di Kepulauan Talaud, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kota Manado, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas lemah hingga sedang selama 2-4 detik.

Abdul menegaskan seluruh data dampak pemutakhiran ini masih bersifat sementara. Tim reaksi cepat BPBD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota masih bersiaga di lapangan untuk melanjutkan proses asesmen secara menyeluruh.

Meskipun peringatan dini tsunami telah berakhir dan masyarakat pesisir dipastikan aman dari ancaman gelombang laut, BNPB tetap mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya struktural bangunan akibat gempa susulan.

“Warga yang rumahnya terdampak kerusakan diharapkan tetap berhati-hati dan melaporkan kondisi bangunan yang berpotensi membahayakan kepada aparat setempat,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, mengabaikan informasi spekulatif yang belum terverifikasi kebenarannya, serta selalu merujuk pada pemutakhiran data berkala dari saluran komunikasi resmi milik BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah setempat. (rn/jh. Foto: Dok. BPPD Sulut)

Bank DBS Indonesia Raih Laba Bersih Rp1,72 Triliun Sepanjang 2025

BusinessUpdate – PT Bank DBS Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun pada 2025, meningkat 15,8% secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai Rp1,49 triliun.

Adapun, pendapatan bunga bersih sebesar Rp6,13 triliun sepanjang 2025, meningkat 2,5% dibandingkan Rp5,98 triliun pada 2024, meski tekanan margin di industri perbankan masih berlanjut.

Posisi permodalan perseroan juga tetap kuat dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) sebesar 22,22%, jauh di atas ketentuan regulator.

“Kondisi permodalan ini memastikan kemampuan Bank untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” ujar Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Sementara itu, perseroan menyalurkan pembiayaan untuk kegiatan usaha berkelanjutan sebesar Rp15,6 triliun pada 2025, meningkat dari Rp14,1 triliun pada tahun sebelumnya. Nilai tersebut setara dengan 19,1% dari total portofolio pinjaman bank.

“Dalam menjalankan bisnis, Bank DBS Indonesia tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada dampak positif untuk masa depan. Kami menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola (ESG) yang terintegrasi dalam setiap keputusan bisnis,” jelas Lim.

Menurut Lim, pencapaian tersebut memperkuat posisi Bank DBS Indonesia dalam pembiayaan berkelanjutan melalui penyaluran dana ke sektor-sektor yang mendukung ekonomi hijau dan inklusif.

Implementasi strategi keberlanjutan Bank DBS Indonesia dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan. Pendekatan tersebut tercermin dalam pengembangan berbagai produk dan layanan berbasis keberlanjutan, termasuk Spark Savings, reksa dana bertema ESG, serta obligasi hijau.

Secara kumulatif, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan lebih dari Rp3,8 triliun kepada individu berpenghasilan rendah melalui mitra pembiayaan. Perseroan juga menyalurkan pinjaman modal kerja bergulir senilai Rp70 miliar untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen terhadap inklusi keuangan turut tercermin dari Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang mencapai 6,97%, melampaui target internal perusahaan.

Di bidang sosial, berbagai program keberlanjutan Bank DBS Indonesia telah menjangkau lebih dari 141.000 individu rentan di Indonesia. Sejak 2024, perusahaan menyalurkan lebih dari 18,2 juta dolar Singapura untuk mendukung bisnis berdampak dan organisasi nirlaba yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan inklusi keuangan.

Melalui DBS Foundation, perseroan juga mengalokasikan hibah sebesar 850 ribu dolar Singapura kepada lima wirausaha sosial dan Business for Impact (BFI) di Indonesia, yakni DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.

Di sektor ketahanan pangan, program FEAST! di Flores, Nusa Tenggara Timur, telah memberdayakan 40 kader desa melalui pelatihan pertanian cerdas iklim, literasi keuangan, gizi keluarga, dan diversifikasi pangan.

Sementara itu, program Food Rescue Warrior bersama FoodCycle Indonesia telah menyalurkan lebih dari 744.500 porsi makanan kepada lebih dari 62.400 penerima manfaat serta menyelamatkan lebih dari 425.600 kilogram limbah makanan.

Kegiatan sosial perusahaan juga didukung peningkatan aktivitas kerelawanan karyawan sebesar 12% secara tahunan. Sepanjang periode tersebut, karyawan menyumbangkan lebih dari 54.800 jam kerja sukarela yang menjangkau lebih dari 111.000 individu.

Atas berbagai inisiatif tersebut, Bank DBS Indonesia meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain World’s Best Bank for Corporate Responsibility 2025 dari Euromoney, Best Bank for Sustainable Finance dari Global Finance, serta Best Sustainable Bank dari Finance Asia Awards 2026 untuk tahun kedua berturut-turut.

Perseroan juga memperoleh penghargaan Project Finance House of the Year dan Project Finance Advisory House of the Year Indonesia dalam ajang Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2026, serta Best Corporate Sustainability Initiatives Awards dari MIX Magazine. (ip/jh. Foto: Dok. Bank DBS Indonesia)

Hingga Kuartal I/2026 LPS Bayar Klaim Penjaminan Simpanan Sebesar Rp1,46 Miliar

BusinessUpdate – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan pembayaran klaim penjaminan atas simpanan layak bayar pada bank yang dilikuidasi hingga kuartal I/2026 mencapai Rp1.462,67 miliar.

Pada periode ini, sebanyak 6 BPR/BPRS telah dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). LPS telah menetapkan status simpanan sebesar Rp1.462,68 miliar untuk 34.498 rekening. Rincian penetapan status simpanan layak bayar (SLB) yakni 34.493 rekening atau setara 99,99% dari total rekening pada 6 BPR/BPRS yang penetapan simpanannya pada 2026.

Kemudian, nominal simpanan layak bayar mencapai Rp1.462,67 miliar atau setara 99,99% dari total rekening pada 6 BPR/BPRS yang penetapan simpanannya pada 2026.

“Atas penetapan status SLB tersebut, sampai dengan kuartal I/2026, LPS membayarkan klaim penjaminan simpanan senilai Rp299,09 miliar atas 33.707 rekening kepada nasabah pada 6 BPR/BPRS yang penetapan simpanannya pada 2026,” tulis LPS dalam Laporan Kelembagaan LPS Kuartal I/2026 yang dipublikasikan pada Senin (8/6/2026).

LPS menuturkan, pembayaran dilakukan dengan memperhitungkan batas maksimum penjaminan sebesar Rp2 miliar per nasabah per bank. Selain itu, LPS juga melakukan set-off terhadap kewajiban nasabah kepada bank, sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-undang No.24/2004 tentang LPS, sebagaimana diubah terakhir dengan UU No.4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Hingga Maret 2026, LPS menangani sejumlah BPR/BPRS berstatus Bank Dalam Resolusi (BDR). Terdapat 6 BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya oleh OJK pada periode tersebut. Adapun LPS masih melaksanakan likuidasi atas 18 BPR/BPRS yang Cabut Izin Usaha (CIU) pada 2023 sampai dengan 2026. Selanjutnya sampai dengan akhir Maret 2026, terdapat 4 BPR/BPRS selesai dilikuidasi dengan rata-rata penyelesaian selama 20 bulan.

Sepanjang kuartal I/2026, LPS mencatat jumlah bank mencapai 1.577 bank. Rinciannya, 105 bank umum dan 1.472 BPR/BPRS. Merujuk data simpanan per Maret 2026, total simpanan di bank umum mencapai Rp10.250,32 triliun atau tumbuh 12,92% secara tahunan (yoy).

Pada periode yang sama, jumlah rekening simpanan di bank umum mencapai 661.582.240 rekening dengan pertumbuhan termoderasi 7,01% yoy. Sementara itu, total simpanan di BPR/BPRS tercatat sebesar Rp180,46 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 15.599.310 rekening hingga posisi Maret 2026. (pa/jh. Foto: Dok. LPS)

Melalui Sampah Pertamina Patra Niaga Kembangkan Ekonomi Sirkular

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga menggelar program pengelolaan sampah dan limbah yang berkelanjutan sebagai upaya perusahaan mendorong ekonomi sirkular di Indonesia. Perseroan menghadirkan inovasi yang mengubah material sisa menjadi sumber daya bernilai.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, penerapan ekonomi sirkular menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, Pertamina mendorong pengelolaan sampah dan limbah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

Ia menambahkan salah satu program tersebut adalah community involvement and development (CID) Pelita atau Pengelolaan Lingkungan Terpadu Borneo, yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan. Program ini mengolah sampah plastik rumah tangga seperti kemasan saset dan bungkus makanan menjadi produk bernilai guna seperti roster, paving block, dan lembaran LDPE (LDPE sheet) tanpa melalui proses pembakaran.

Selain itu, program ini juga mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun padat, sabun cair, dan lilin.

Inisiatif tersebut tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah dan limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan material yang sebelumnya tidak memiliki nilai.

Di Jawa Timur, melalui Fuel Terminal Madiun, Pertamina mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Pesanggrahan dan aplikasi digital Sokrosok. Inovasi ini memudahkan masyarakat dalam proses pengumpulan dan penjemputan sampah anorganik sekaligus meningkatkan transparansi pencatatan administrasi bank sampah melalui sistem digital.

Sampah anorganik yang telah terkumpul juga diolah kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui kegiatan workshop 3R (reduce, reuse, recycle), seperti plakat, kipas, meja, gantungan kunci, dan sapu plastik.

Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan tercatat mengurangi 16.000 kg sampah organik dan 1.380 kg sampah anorganik. Program ini juga berkontribusi menekan emisi metana 2.013 kilogram per tahun serta menyerap karbon hingga 13.000 kilogram per tahun.

Dari sisi ekonomi, kelompok masyarakat ini mencatat peningkatan pendapatan kumulatif sebesar Rp14,6 juta serta penghematan biaya listrik sekitar Rp700 ribu per bulan melalui pemanfaatan energi surya. Program ini melibatkan sekitar 40 anggota aktif dan memberikan manfaat tidak langsung kepada lebih dari 3.000 masyarakat di sekitar wilayah Pesanggrahan.

Kurnia Fidia Wati, salah satu tokoh penggerak Proklim Pesanggrahan, mengatakan kolaborasi masyarakat dan Pertamina Patra Niaga telah membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Bersama Pertamina Patra Niaga, kami membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan kolektif yang membawa manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya. (pa/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Momogi Ekspor Perdana 165.000 Produk ke Kanada

BusinessUpdate – Produsen makanan dan minuman ringan Momogi Group memperluas pasar ekspor ke Kanada dengan melakukan pengiriman perdana ke negara tersebut pada 15 Mei 2026. Pengiriman 165.000 produk Momogi ini menandai masuknya Momogi ke pasar Kanada.

Langkah tersebut juga memperluas penetrasi perusahaan ke kawasan Amerika Utara yang memiliki basis konsumen besar dan beragam. Ekspor perdana ke Kanada menjadi bagian dari strategi jangka panjang Momogi Group untuk memperkuat jaringan distribusi global. Adapaun, produk Momogi saat ini telah dipasarkan di lebih dari 40 negara.

Vice President of International Business Development Momogi Group, Ina Tuti Marlina, mengatakan ekspor perdana ke Kanada menjadi pencapaian penting bagi perusahaan.

“Masuknya Momogi ke Kanada adalah langkah ekspansi internasional perusahaan. Kami melihat pasar Kanada memiliki potensi yang sangat menarik, didukung oleh tingginya permintaan terhadap kategori snack dan karakter konsumen yang terbuka terhadap variasi produk global,” kata Ina dalam keterangan resmi, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, momentum ini juga menjadi bukti bahwa produk makanan ringan asal Indonesia semakin memiliki daya saing untuk hadir dan perkembang di pasar internasional.

Data Statista menunjukkan nilai pasar confectionery dan snacks di Kanada diperkirakan mencapai US$16,9 miliar pada 2025. Nilai pasar itu diproyeksikan terus tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) sekitar 5,2% hingga 2030.

Segmen makanan ringan atau snack food di Kanada diperkirakan mencapai US$9,4 miliar pada 2025. Segmen ini diproyeksikan tumbuh sekitar 6% per tahun dalam lima tahun mendatang. Pertumbuhan pasar snack di Kanada didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap makanan praktis. Minat konsumen terhadap cita rasa internasional juga terus naik. Preferensi konsumen terhadap produk snack yang inovatif dan mudah dikonsumsi turut mendukung pertumbuhan pasar tersebut.

Pengiriman perdana ratusan ribu stik Momogi ke Kanada menjadi langkah perusahaan untuk membangun pijakan bisnis di Amerika Utara. Ekspansi ini juga menjadi upaya Momogi memperkenalkan makanan ringan Indonesia kepada konsumen global.

Ina mengatakan ekspansi ke Kanada memperkuat pertumbuhan global Momogi Group sepanjang 2026. Sebelumnya, perusahaan telah memperluas distribusi ke sejumlah pasar baru, termasuk Irak, Lebanon, Mongolia, dan Liberia. Langkah ini memperluas jangkauan produk Momogi ke sejumlah kawasan strategis, mulai dari Timur Tengah, Afrika, Asia, hingga Amerika Utara.

“Selain memperluas distribusi, kami juga terus memperkuat inovasi produk dan pengembangan portofolio agar semakin relevan dengan preferensi konsumen di berbagai negara,” ujarnya.

Ke depan, Momogi Group berkomitmen untuk terus memperluas akses pasar internasional melalui strategi ekspor yang berkelanjutan, memperkuat kolaborasi dengan mitra distribusi di berbagai negara, serta memperkenalkan lebih banyak produk makanan ringan Indonesia kepada konsumen global.

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group sebelumnya resmi mengambil alih hampir seluruh saham PT Sari Murni Abadi, produsen makanan ringan Momogi, pada Mei 2026. Win&Co mengakuisisi 99,99% saham PT Sari Murni Abadi. Perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu pemain utama industri makanan ringan nasional.

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk berdiri pada 2006 di Bandung. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen kakao dan produk confectionery. Salah satu merek unggulannya adalah D’Lanier Artisan Chocolate yang telah dikenal di pasar domestik.

PT Sari Murni Abadi merupakan produsen makanan ringan berbasis di Bogor. Perusahaan ini memproduksi sejumlah merek makanan ringan, seperti Momogi Stick, Migi-Migi, Yale-Yale, hingga Mowmowmie. (ip/jh. Foto: Dok. Momogi)

Rasio Kredit Bermasalah Segmen KPR BTN pada Kuartal I/2026 Turun

BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menurun menjadi 2,8% pada kuartal I/2026 dari 3,0% pada kuartal I/2025.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menuturkan, kualitas kredit konsumer BTN secara umum terkendali dan terus membaik di tengah pertumbuhan kredit dan dinamika ekonomi masyarakat.

“BTN tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan tersebut tetap terjaga secara optimal,” kata Setiyo Wibowo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Ia menyatakan hingga akhir Maret 2026, rasio NPL secara keseluruhan berhasil ditekan menjadi 3,1% pada kuartal I/2026, lebih baik dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,3%.

Setiyo mengatakan, perbaikan kualitas pembiayaan tersebut merupakan hasil dari berbagai inisiatif transformasi yang dilakukan perseroan dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah upaya perbaikan tersebut antara lain penguatan proses underwriting, peningkatan kualitas verifikasi, digitalisasi proses kredit, pemanfaatan data analytics, hingga penguatan pengelolaan portofolio pascapencairan kredit.

Transformasi lainnya adalah pengembangan BTN Loan Factory sebagai pusat pemrosesan kredit terintegrasi yang mengonsolidasikan proses kredit konsumer secara nasional melalui pemanfaatan teknologi digital, data analytics, decision engine, dan workflow automation.

Setiyo menyampaikan, transformasi tersebut memperkuat standardisasi proses kredit, meningkatkan kualitas verifikasi dan analisis, serta mempercepat proses pengambilan keputusan kredit. Dengan proses yang semakin terdigitalisasi dan tersentralisasi, pihaknya dapat menjaga kualitas kredit baru secara lebih konsisten sekaligus meningkatkan efisiensi layanan kepada masyarakat.

Analis pasar modal Bahana Sekuritas Razqi M. Kurniawan menilai perbaikan kinerja pembiayaan BTN pada kuartal I tahun ini merupakan salah satu pencapaian penting dari operasional loan factory tersebut.

Dalam kajian hasil site visit yang diterbitkan pada April lalu, ia mengungkapkan bahwa kualitas kredit berdasarkan tahun pembukuan menunjukkan tren yang semakin sehat.

Kredit yang dibukukan dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan tingkat risiko yang jauh lebih terkendali dibandingkan portofolio lama, sehingga memperkuat fondasi kualitas aset perseroan ke depannya. (rn/jh. Foto: Dok. BTN)

Januari-Mei 2026 KA Rute Makassar-Parepare Layani 145 Ribu Pelanggan

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat kereta api rute Makassar–Parepare melayani 145.735 pelanggan selama periode Januari-Mei 2026 atau meningkat 25,48% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 116.146 pelanggan.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba peningkatan jumlah pelanggan terlihat semakin konsisten pada 2026. Mei menjadi bulan dengan volume pelanggan tertinggi tahun ini, yakni mencapai 35.442 pelanggan.

Angka tersebut turut mendorong total pelanggan KA Makassar-Parepare menjadi 825.512 pelanggan sejak layanan ini mulai beroperasi pada 29 Oktober 2022 hingga 1 Juni 2026.

“Pertumbuhan pelanggan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memanfaatkan kereta api sebagai salah satu pilihan perjalanan,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Minggu (7/6/2026).

Ia menambahkan, kehadiran KA Makassar-Parepare turut memperkuat konektivitas antardaerah dan mendukung mobilitas masyarakat menuju berbagai pusat aktivitas di wilayah tersebut.

Anne menyebutkan saat ini KA Makassar-Parepare melayani perjalanan pada jalur sepanjang sekitar 145 kilometer yang menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Sulawesi Selatan melalui Stasiun Mandai, Maros, Rammang-Rammang, Pangkajene, Labakkang, Ma’rang, Mandalle, Tanete Rilau, Barru, dan Garongkong.

Jalur tersebut melintasi kawasan dengan karakter ekonomi dan sosial yang beragam. Kabupaten Maros berkembang sebagai wilayah penyangga Kota Makassar sekaligus pintu gerbang transportasi udara Sulawesi Selatan.

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dikenal sebagai kawasan perikanan, industri pengolahan, dan destinasi wisata unggulan. Sementara Kabupaten Barru tumbuh sebagai wilayah pesisir yang didukung aktivitas perdagangan, jasa, dan pelabuhan.

Keberadaan kereta api memperkuat keterhubungan antardaerah yang sebelumnya didominasi transportasi jalan raya. Mobilitas yang semakin baik membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menjangkau pusat ekonomi, kawasan wisata, layanan pendidikan, maupun berbagai aktivitas sosial lainnya.

Salah satu daya tarik yang hadir di sepanjang lintasan KA Makassar-Parepare adalah kawasan Karst Maros-Pangkep yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark. Kawasan itu dikenal sebagai salah satu bentang alam karst terbesar di dunia dan menjadi destinasi wisata unggulan Sulawesi Selatan.

Dari jendela kereta, pelanggan dapat menikmati pemandangan perbukitan karst, hamparan sawah, kawasan pesisir, hingga aktivitas masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Sulawesi Selatan pada 2025 mencapai sekitar 9,56 juta jiwa. Pada periode yang sama, perekonomian Sulsel ditopang oleh berbagai sektor unggulan, antara lain perdagangan, pertanian, industri pengolahan, perikanan, dan pariwisata.

Dinamika tersebut mendorong kebutuhan akan transportasi publik yang mampu menghubungkan berbagai wilayah secara efektif, aman, dan nyaman. Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan transportasi publik berbasis rel juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan pembangunan nasional.

Jaringan kereta api aktif di Indonesia saat ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatra. Kehadiran layanan KA Makassar-Parepare menjadi langkah penting dalam memperluas manfaat transportasi publik berbasis rel ke wilayah lain di Indonesia.

Jalur sepanjang 145 kilometer yang saat ini beroperasi merupakan bagian awal dari pengembangan jaringan perkeretaapian di Sulawesi. Kehadiran layanan itu menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang andal juga tumbuh di luar wilayah yang selama ini menjadi pusat jaringan kereta api nasional.

Anne menegaskan setiap wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Konektivitas yang semakin baik akan membantu masyarakat menjangkau lebih banyak peluang, memperkuat aktivitas ekonomi daerah, dan mendukung pemerataan pembangunan.

“KAI siap mendukung upaya pemerintah dalam memperluas manfaat transportasi perkeretaapian melalui penyediaan layanan yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat,” tutup Anne. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Sebanyak 16,46 Juta Pelaku UMKM Manfaatkan Platform LinkUMKM BRI

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan, hingga April 2026 sebanyak 16,46 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah memanfaatkan platform LinkUMKM guna memperluas akses pasar, meningkatkan kemampuan usaha, serta mendorong percepatan UMKM naik kelas.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, LinkUMKM hadir untuk menjawab kebutuhan para pelaku usaha dalam memperoleh akses informasi pasar sekaligus meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden untuk membangun ekonomi mandiri dan memperkuat sektor UMKM nasional.

Melalui LinkUMKM, setiap pelaku usaha berkesempatan mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnisnya. LinkUMKM dirancang sebagai jawaban atas tantangan utama pengusaha UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka.

Seiring perkembangannya, aplikasi LinkUMKM kini menjadi sarana pelatihan digital yang dirancang untuk memperkuat daya saing UMKM di berbagai daerah di Indonesia.

“Di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya. Pelaku usaha tentunya sangat terbantu dalam pengelolaan bisnis untuk berkembang,” kata Akhmad dalam keterangan resmi, Minggu (7/6/2026).

Saat ini, platform tersebut menghadirkan enam fitur utama beserta berbagai fasilitas pendukung, meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan Register Nomor Induk Berusaha (NIB).

Fitur UMKM Smart menjadi salah satu fitur unggulan yang memberikan rekomendasi pengembangan usaha secara spesifik berdasarkan hasil penilaian mandiri pelaku usaha. Selain itu, tersedia pula fitur Self-Assessment Naik Kelas yang membantu pelaku usaha mengidentifikasi kapasitas bisnis melalui sistem skoring digital.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, pengguna akan memperoleh rekomendasi pelatihan yang disesuaikan dengan kategori usaha, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, hingga modern.

Untuk memperkuat proses pembelajaran, LinkUMKM juga menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan yang mencakup pengembangan kompetensi teknis maupun nonteknis. Materi tersebut disiapkan untuk membantu pelaku usaha menjalankan bisnis secara lebih profesional dan berkelanjutan.

“Kami ingin proses pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar membantu pelaku usaha memahami posisi dan potensi bisnisnya. Dengan pendekatan digital ini, setiap pengusaha bisa belajar dan berkembang sesuai kapasitasnya,” ujar Akhmad.

Perseroan menyatakan akan terus memperluas dukungan bagi pelaku UMKM melalui penyediaan akses pembelajaran, pendampingan, hingga akses pasar yang terhubung dalam satu ekosistem.

Melalui penguatan ekosistem digital dan program pemberdayaan yang terintegrasi, perseroan berkomitmen mendorong UMKM agar semakin adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. (rn/jh. Foto: Dok. BRI)

Jakarta Sky Fun Run 2026 Hadirkan Pengalaman Berlari yang Unik

BusinessUpdate – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyatakan ajang lari Jakarta Sky Fun Run 2026 menghadirkan pengalaman berlari yang unik di atas jalur BRT koridor 13 sekaligus membawa misi lingkungan melalui program pengelolaan sampah dan penanaman mangrove.

“Melalui Jakarta Sky Fun Run 2026, kami mengajak masyarakat menikmati Jakarta dari sudut pandang yang berbeda. Skyline Koridor 13 yang setiap hari melayani mobilitas jutaan pelanggan akan dirayakan bersama oleh ribuan pelari dalam sebuah pengalaman yang tidak biasa,” kata Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset PT Transportasi Jakarta Fadly Hasan di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Mengusung tema “Running Into Tomorrow”, Jakarta Sky Fun Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga membawa pesan penting mengenai gaya hidup sehat, pemanfaatan ruang publik yang positif, serta kepedulian terhadap lingkungan berkelanjutan.

Transjakarta menegaskan penyelenggaraan Jakarta Sky Fun Run merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan ruang publik yang aktif, inklusif, sehat, dan ramah lingkungan.

Menurut Fadly, gagasan menghadirkan sistem transportasi publik yang andal bagi Jakarta telah dimulai sejak kajian pada 2001, yang kemudian diwujudkan melalui operasional Transjakarta pada 2004. Dalam perkembangannya, Transjakarta tumbuh menjadi salah satu sistem Bus Rapid Transit (BRT) terbesar di dunia.

Selain memberikan pengalaman berlari di jalur layang yang ikonik, Jakarta Sky Fun Run 2026 juga mengusung misi lingkungan melalui program Green Movement yang dirancang untuk menghubungkan partisipasi peserta dengan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan dan pengurangan dampak perubahan iklim.

Salah satu inisiatif yang dihadirkan, yaitu program “Bank Sampah dari Rumah” yang mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah. Melalui program ini, warga bisa memperoleh voucher diskon pendaftaran Jakarta Sky Fun Run 2026 sebagai bentuk apresiasi atas pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengurangan sampah dan ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Fadly.

Komitmen keberlanjutan tidak berhenti di situ. Transjakarta juga menetapkan setiap pembelian satu tiket kepesertaan akan dikonversikan menjadi kontribusi penanaman satu bibit mangrove di kawasan pesisir Jakarta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam mengurangi abrasi dan menyerap emisi karbon.

Untuk memastikan transparansi dan keberlanjutan program penanaman mangrove, Transjakarta bekerja sama dengan Carbon Ethics. Melalui kolaborasi ini, peserta dapat memantau perkembangan dan pertumbuhan mangrove yang ditanam sebagai bagian dari kontribusi mereka terhadap lingkungan.

Dengan demikian, setiap peserta tidak hanya mengikuti kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan yang dapat dipantau secara berkelanjutan.

Melalui Jakarta Sky Fun Run 2026, Transjakarta berharap semangat “Running Into Tomorrow” dapat berkembang menjadi gerakan kolektif masyarakat untuk menciptakan Jakarta yang lebih sehat, hijau, dan berkelanjutan. Ajang lari Jakarta Sky Fun Run 2026 berlangsung pada 12 Juli di jalur layang Koridor 13. Pendaftaran peserta dilakukan melalui aplikasi TJ: Transjakarta. (ip/jh. Foto: Dok. Antara)