BusinessUpdate – Telkom Group memperkuat jaringan telekomunikasi di 427 POI (Point of Interest) atau titik keramaian seperti jalur mudik, fasilitas rumah ibadah, transportasi publik, kawasan wisata dan perumahan dengan penguatan 129 BTS Telkomsel pada tahun baru.
Selain itu, pengawalan juga dilakukan di area publik yang krusial seperti layanan e-ticketing di 5 (lima) pelabuhan seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, dan Ciwandan, serta 266 digitalisasi SPBU di sepanjang jalur mudik.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, aktivitas masyarakat pada perayaan Natal dan Tahun Baru yang meningkat secara signifikan tak terlepas dari peran Telkom Group dalam hal penyediaan layanan telekomunikasi yang optimal.
Telkom terus memastikan kesiapan infrastruktur dan seluruh layanan dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia, serta memprioritaskan kenyamanan dan pengalaman bagi pelanggan.
“Kita tidak sadar bahwa saat natal dan tahun baru kita bisa mengunduh dan mengunggah video karena di belakang itu ada infrastruktur jaringan yang andal. Kita investasi besar untuk memastikan bahwa kita punya spare kapasitas,” kata Kartika, Jumat (29/12/2023).
Sementara itu, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan keseluruhan infrastruktur dan layanan Telkom Group dimonitor secara berkala melalui 90 posko utama, meliputi posko nasional, regional, Witel, divisi fungsi hingga anak perusahaan dengan melibatkan 19.503 personel yang bertugas 24×7 sejak 22 Desember 2023 sampai dengan 2 Januari 2024.
Terdapat beberapa aplikasi dan perangkat yang digunakan untuk memonitor layanan dengan mekanisme laporan rutin secara harian ke posko nasional.
“Pada momen akhir tahun ini, Telkom Group memastikan kenyamanan pelanggan menjadi prioritas utama. Untuk itu, kami menyiapkan infrastruktur dan layanan dengan kualitas prima dilengkapi penawaran program khusus yang menarik bagi pelanggan untuk meramaikan momentum tersebut,” kata Ririek.
Pada momen NARU 2023/2024, Telkom Group telah menyiapkan infrastruktur yang beroperasi secara redundan baik dari 28 infrastruktur kabel laut Telkom maupun dengan jalur trafik internasional melalui gateway Batam dan Manado.
Tidak hanya itu, peningkatan kapasitas sebesar 28 Tbps juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi yang terus meningkat tiap tahunnya, di mana tahun ini diproyeksikan mencapai 20,4 Tbps, meningkat 5,15% atau sebesar 1 Tbps dari Nataru sebelumnya. (ip/jh)


