BusinessUpdate – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi melebihi kuota tahun 2023, yakni mencapai 17,46 juta kiloliter (KL). Sedangkan, kuotanya sendiri sebanyak 17 juta KL.
Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, hingga data 28 Desember 2023, penyaluran jenis BBM tertentu (JBT) atau solar subsidi sudah mencapai 102,69% dari kuota yang ditetapkan pemerintah.
“Telah tersalurkan JBT minyak solar sebesar 17,46 juta JK atau 102,69 persen dari total kuota sebesar 17 juta KL,” ujarnya melalui konferensi pers di Sentul, Bogor, Sabtu (30/12/2023).
Erika menambahkan, penyaluran solar subsidi yang melebihi kuota tersebut terjadi lantaran adanya peningkatan kegiatan masyarakat usai pandemi Covid-19 berakhir.
“Peningkatan konsumsi BBM tersebut menyebabkan realisasi JBT diperkirakan akan melebihi kuota yang telah ditetapkan pemerintah pada awal tahun 2023,” katanya.
Ia memperkirakan, penambahan kegiatan masyarakat hingga akhir tahun ini, seperti juga kampanye jelang pemilu, akan membuat penyaluran solar subsidi lebih sekitar 4-5%. Meski demikian, pada 2024 mendatang, pemerintah telah mengantisipasi pendistribusian JBT solar dengan meningkatkan kuota menjadi sebesar 19 juta KL.
Selain itu, pengawasannya juga dilakukan dengan menggunakan tools berupa barcode sehingga konsumsinya lebih terkontrol.
“Artinya 2 juta KL lebih banyak (di 2024) daripada 2023, tapi bukan berarti kita akan menghabiskan semua, nggak gitu. Artinya kita berupaya agar pertumbuhan itu tidak terlalu tinggi dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya meskipun itu nanti ada Pemilu, tapi kita prediksi tidak terlalu melonjak begitu dengan adanya pengendalian dan pengawasan di lapangan,” papar Erika.
Sementara itu, BPH migas juga mencatat untuk realisasi penyaluran jenis BBM khusus penugasan (JBKP) atau Pertalite sebanyak 29,77 juta KL dari kuota 32,56 juta KL, atau sekitar 91,43%. Kemudian untuk penyaluran JBT minyak tanah tercatat penyalurannya mencapai 0,489 juta KL, atau secara persentase mencapai 97,89% dari kuota 0,500 juta KL. (pa/jh)


