BusinessUpdate – Utang dari China Development Bank (CDB) sebesar US$542,7 atau sekitar Rp8,41 triliun untuk menutup pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh memiliki tenor 45 tahun.
Indonesia dan China telah menyepakati besaran bunga untuk utang tersebut. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo mengungkapkan, besaran bunga utang dari CBD itu terbagi menjadi dua tergantung pada denominasi utang.
Total utang US$542,7 juta diberikan dalam denominasi dollar AS sebesar US$325,6 juta (Rp5,04 triliun) bunganya 3,2% dan sisanya sebesar US$217 juta (Rp3,36 triliun) diberikan dalam denominasi renminbi alias yuan dengan bunga 3,1%. Sedangkan, tingkat suku bunga flat selama tenor 45 tahun.
Seperti diketahui, total cost overrun KCJB yang telah disepakati oleh pemerintah Indonesia dan China sebesar US$1,2 miliar setara Rp18,6 triliun. Cost overrun itu ditanggung oleh kedua belah pihak, di mana 60% ditanggung oleh konsorsium Indonesia dan 40% ditanggung oleh konsorsium China.
Didiek mengatakan, utang dari CBD ini digunakan untuk menutupi porsi cost overrun KCJB yang ditanggung oleh konsorsium Indonesia sebesar 75% dan 25% sisanya akan dipenuhi dari penyertaan modal negara (PMN).
“Pinjaman dari CDB merupakan pendanaan cost overrun dari pinjaman porsi konsorsium Indonesia 542,7 juta dollar AS. Untuk porsi equity porsi konsorsium Indonesia telah dipenuhi dari PMN,” jelas Didiek, Selasa (9/1/2024).
Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pinjaman dana dari China Development Bank (CDB) terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan segera cair.Â
Dana pinjaman ini untuk menutup cost overrun atau pembengkakan biaya dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dana pinjaman tersebut akan masuk ke PT KAI yang merupakan pemimpin konsorsium BUMN dalam proyek KCJB. Adapun BUMN lain yang terlibat dalam pembangunan kereta cepat tersebut yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (pa/jh)


