HomeNEWS UPDATENationalStudi Kelayakan LRT Bali Ditargetkan Selesai April 2024

Studi Kelayakan LRT Bali Ditargetkan Selesai April 2024

BusinessUpdate – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan studi kelayakan (feasibility study/FS) proyek LRT Bali dengan pemerintah Korea Selatan (Korsel) bisa selesai April 2024. 

Untuk menyelesaikan FS tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan Wakil Menteri Infrastruktur, dan Transportasi Korsel Sangwoo Park pada Selasa (9/1/2024). Selain bahas studi kelayakan, keduanya juga membicarakan soal pembiayaan proyek tersebut.

“FS-nya sudah dimulai pada Januari 2023 lalu dan kami targetkan studinya sudah selesai pada April 2024,” ujar Menhub Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (10/1/2024). 

Adapun studi kelayakan ini dilakukan oleh Korea National Railways (KNR) dengan pembiayaan grant dari Korea Exim Bank. Menhub berharap, KNR yang memiliki pengalaman dan reputasi yang baik sebagai perusahaan kereta api di Korsel dapat mendukung upaya penyelesaian FS sesuai tenggat waktu. 

“Pengerjaan FS ini bukanlah suatu yang mudah, karena banyak aspek yang harus dipertimbangkan mulai dari teknis, finansial, dan institusional. Tapi kami yakin FS ini dapat kita selesaikan dengan baik,” ucapnya. 

Terkait dengan pembiayaannya, Menhub mengungkapkan, pemerintah masih terus membahas berbagai skema antara lain memanfaatkan Official Development Assistance (ODA) Loan maupun Public Private Partnership (PPP). 

“Kami meminta dukungan penuh Pemerintah Korsel kepada pihak Eximbank, KNR, dan pihak terkait lainnya, sehingga Bali dapat menikmati transportasi massal yang lebih baik,” lanjutnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Menhub menyampaikan, pemerintah Indonesia berkomitmen membangun transportasi massal perkotaan untuk mengatasi permasalahan kemacetan di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya yaitu di Bali. 

Untuk itu, pemerintah mengundang Korsel untuk bekerjasama membangun proyek transportasi massal berbasis rel pertama yang ada di Bali tersebut. “Kami akan fokus untuk memulai pembangunan LRT Bali Tahap 1 yaitu dari Bandara Ngurah Rai hingga Central Park,” tuturnya. 

Di sektor udara, Menhub juga mengundang Korsel untuk meningkatkan frekuensi penerbangan langsung (direct flight) dari Korea ke Indonesia, khususnya ke Batam dan Bali. Selain itu Menhub juga mengharapkan kerjasama pengelolaan Bandara Batam dengan pihak Incheon dari Korsel dapat ditingkatkan. 

Dalam kunjungannya, Menhub juga bertemu dengan CEO KNR Hanyoung Kim dan CEO Korea Exim Bank Hee-Seung Yoon. Selain itu, Menhub juga mengunjungi Depo Kereta Api bawah tanah di Seoul. (pa/jh)

Must Read