BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menilai, kehadiran Holding Ultra Mikro mampu mendorong perolehan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial.
Adapun, Holding Ultra Mikro beranggotakan BRI, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Holding BUMN ini bertujuan mempermudah akses pembiayaan kepada para pelaku usaha ultramikro.
Direktur Utama BRI Sunarso menyebut, BRI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran sebagai agen pembentuk nilai dan agen pengembangan. Untuk dapat menjalankan dua peran tersebut, penting bagi BRI untuk mencetak keuntungan.
“Dengan memperoleh keuntungan atau economic value, maka perusahaan BUMN bisa memiliki modal untuk menciptakan social value sehingga ekonomi akan berputar. BRI sudah membuktikan selama ini bisa menjalankan peran economic value dan social value secara simultan, salah satunya melalui keberadaan Holding Ultra Mikro,” kata Sunarso, Rabu (17/1/2024).
Ia menambahkan, sepanjang 2023 sudah terdapat 37 juta nasabah peminjam yang terintegrasi dalam Holding Ultra Mikro. Jumlah tersebut sekaligus mengurangi jumlah nasabah yang belum mendapatkan akses keuangan formal.
BRI Research Institute memperkirakan bisnis UMi (ultra mikro) yang belum mendapatkan pembiayaan formal telah menurun dari 30 juta pada tahun 2018 menjadi sekitar 14 juta pada 2023.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3-6 juta di antaranya tidak terlayani perbankan. Sedangkan sebanyak 4-5 juta lainnya mendapatkan pembiayaan dari teman atau keluarga. Adapun, sebanyak 3-5 juta bisnis ultramikro masih mengakses pinjaman dari rentenir.
Sunarso mengungkapkan, dalam Holding Ultra Mikro ini PNM telah menyalurkan Rp 41,57 triliun pada 15 juta pelaku usaha wanita lewat PNM Mekaar. Sebagai pembanding, Gramen Bank di Bangladesh telah menyalurkan pembiayaan kepada 10,45 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97% merupakan perempuan. Sebagai informasi, Grameen Bank merupakan lembaga pembiayaan yang menerima hadiah Nobel Perdamaian pada 2006.
“PNM yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro, kini pantas mengklaim dirinya sebagai group lending terbesar di dunia. Hal ini merupakan wujud BRI Group dalam melakukan pemberdayaan kepada wanita prasejahtera (underprivileged women) dan mendukung pencapaian SDGs khususnya yang terkait dengan kesetaraan gender,” tutup Sunarso. (ip/jh)


