BusinessUpdate – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memastikan kinerja perusahaan akan tetap solid usai mundurnya gitaris grup band Slank, Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank, dari kursi komisaris. Pengunduran diri itu terkait dengan dukungan Slank terhadap pasangan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Indonesia, Ahmad Reza, menegaskan kinerja perseroan akan tetap maksimal. Apalagi, perseroan akan meluncurkan proyek satelit khusus internet yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2024.
“Jadi, kinerja perseroan tetap solid dan kita akan tetap melakukan beberapa kegiatan strategis, salah satunya peluncuran satelit HTS 3 pada bulan Februari mendatang,” ujar Ahmad Reza, dikutip dari Bisnis, Minggu (21/1/2024).
Sebagai informasi, Telkom Indonesia dan PT Pasifik Satelit Nusantara berencana meluncurkan satelit khusus internet, untuk mengoptimalkan pendapatan dari pasar satelit Asia Tenggara. Satelit khusus internet ini akan meluncur pada 20-22 Februari 2024.
Satelit High throughput satellites pertama milik BUMN telekomunikasi tersebut akan menggunakan peluncur milik SpaceX, yang juga digunakan oleh Satelit Satria-1 milik Bakti.
Telkom dan para pemangku kepentingan sejauh ini belum memutuskan nama satelit yang akan mengorbit di 113 bujur timur tersebut. Namun, dipastikan satelit tersebut dapat membantu menghadirkan layanan internet yang lebih merata di Indonesia.
Satelit tersebut dinilai mampu menambah cakupan akses internet karena didesain secara khusus untuk broadband, meskipun kapasitas tidak sangat besar karena disesuaikan dengan ketersediaan bandwidth spektrum yang ada.
Adapun satelit HTS Telkom nantinya akan dioperasikan oleh PT Telkom Satelit Indonesia, penyedia layanan satelit hulu ke hilir yang berkualitas dan berstandar internasional.
Hingga Januari 2024, Telkomsat tercatat mengoperasikan tiga satelit dengan total kapasitas 250 Gbps, yakni Satelit Merah Putih (108 bujur timur/5,4 Gbps), Telkom 3S (118 bujur timur, 4,4 Gbps) dan MYSAT (142 bujur timur/0,5 Gbps).
Ahmad Reza menyampaikan bahwa alasan mundurnya Abdee Slank dari kursi komisaris TLKM merujuk pada Surat Edaran Menteri BUMN nomor: S-560/S.MBU/10/2023 tanggal 27 Oktober 2023.
Surat edaran itu mengenai keterlibatan direksi, dewan komisaris/dewan pengawas dan karyawan Grup BUMN pada penyelenggaraan pemilu, pilkada, atau sebagai pengurus partai politik atau penjabat kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta ketentuan-ketentuan lain yang berlaku.
Dengan keluarnya surat itu, seluruh pengurus perusahaan BUMN, jika mau menjadi paslon, ketua tim kampanye atau seperti yang tertera, termasuk mendeklarasikan dukungan terhadap capres harus mengundurkan diri. (rn/jh. Foto: Dok. JPPN)


