HomeCORPORATE UPDATEBUMSKinerja BUMA pada Kuartal I/2026 Terus Meningkat

Kinerja BUMA pada Kuartal I/2026 Terus Meningkat

BusinessUpdate – PT BUMA Internasional Grup Tbk membukukan peningkatan kinerja perusahaan untuk kuartal I/2026 (1Q26) karena didukung oleh perbaikan struktural pada produktivitas, biaya unit, dan disiplin operasional.

“Pada 1Q26 menunjukkan bahwa pemulihan yang kami bangun sepanjang 2025 terus berlanjut di kuartal yang secara musiman penuh tantangan,” ujar Iwan Fuad Salim, Direktur BUMA International Group, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/5/2036).

Perbaikan operasional pada 1Q26 melanjutkan tren yang telah dibangun sepanjang 2025. Di operasional Indonesia, jam nonproduktif turun 14% seiring dengan penanganan atas kondisi licin akibat hujan serta hambatan pada area disposal, jalan angkut, dan kondisi geologi.

Produktivitas bank cubic meter (BCM)/jam meningkat 1 persen year on year (YoY) sejalan dengan penurunan cycle time sebesar 1 persen YoY, yang didukung oleh kondisi jalan angkut yang lebih baik dan berkurangnya waktu antre.

Biaya unit (unit cost) per BCM turun 1% secara tahunan (yoy), menunjukkan disiplin biaya yang tetap terjaga. Biaya tenaga kerja per BCM turun 4% yoy, didukung oleh disiplin sif yang berkelanjutan dan penempatan operator yang lebih efisien, dengan rasio operator terhadap peralatan turun 3% yoy.

Biaya bahan bakar per BCM naik 3% yoy, sepenuhnya disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar, sementara konsumsi per BCM tetap stabil, mencerminkan efisiensi armada yang konsisten.

Biaya perbaikan dan pemeliharaan per BCM naik 13% yoy, seiring langkah terencana untuk percepatan aktivitas pemeliharaan guna memaksimalkan kesiapan peralatan menghadapi periode operasional yang lebih kering pada kuartal kedua dan ketiga.

Melihat perkembangan setelah kuartal pertama, menurut Iwan, pemulihan operasional berlanjut hingga April dan tercermin dalam peningkatan volume, didukung oleh eksekusi yang lebih solid dan kondisi cuaca yang mulai membaik.

Volume bulanan pengupasan lapisan tanah penutup gabungan Indonesia dan Australia meningkat dari 26,4 juta bank cubic meter (MBCM) pada Februari menjadi 30,4 MBCM pada Maret dan 34,3 MBCM pada April.

Sementara itu, produksi batu bara mencapai 5,9 juta ton (MT) pada April, masing-masing sekitar 16% dan 22% di atas rata-rata bulanan 1Q26.

Sedangkan volume overburden removal turun 12% yoy menjadi 89 juta bank cubic meters (MBCM), sementara produksi batu bara turun 20 persen YoY menjadi 15 juta ton (MT).

Penurunan volume terutama mencerminkan berakhirnya kontrak di site Binungan di Indonesia dan site Burton di Australia, serta ramp-down di dua site Indonesia pada 2025. Site yang beroperasi normal tetap stabil. (pa/jh. Foto: Dok. BUMA)

Must Read