HomeCORPORATE UPDATEBUMNASDP Bidik Perluasan Layanan Tiket Online di 10 Pelabuhan 

ASDP Bidik Perluasan Layanan Tiket Online di 10 Pelabuhan 

BusinessUpdate – Hingga akhir 2023, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sukses menerapkan digitalisasi layanan tiket online di 20 pelabuhan. Pada 2024, perseroan menargetkan perluasan penjualan tiket online di 10 pelabuhan lainnya.

Di antara 20 pelabuhan yang sudah menerapkan penjualan tiket secara daring adalah Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Lembar, Padangbai, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Jepara, Karimunjawa, Ujung, Kamal, Pototano, Kayangan, Tanjung Kalian, Gorontalo, dan Pagimana. 

“Rencananya 4 pelabuhan penyeberangan di Cabang Ambon menjadi yang pertama untuk diterapkan digitalisasi tiket online di tahun 2024 ini. Kemudian untuk pelabuhan lainnya akan diimplementasikan secara bertahap dengan target total 10 pelabuhan penyeberangan,” ujar Shelvy Arifin selaku Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (16/2/2024).

Cabang lainnya yang direncanakan akan segera mendapatkan tambahan fasilitas sistem pembayaran online adalah cabang Batulicin, Bajoe, Ternate, dan Bitung. 

Ia juga menambahkan implementasi ini mempermudah pengguna jasa untuk membeli tiket ferry yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Potensi terjadinya kepadatan di area pelabuhan penyeberangan pun dapat diminimalisir dengan baik karena populasinya tersebar secara merata sesuai dengan kuota tiket yang dibuka.

Pengguna jasa juga akan menerima e-tiket secara real time setelah proses pembayaran tiket dilakukan, yang kemudian pengguna jasa dapat menunjukkan e-tiket tersebut di pelabuhan untuk dapat melakukan check in sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Shelvy juga menjelaskan sejarah perubahan pembelian tiket di ASDP di mana sebelum akhir 2008, ASDP masih menerapkan penjualan tiket sobek (kertas) secara manual di pelabuhan. Kemudian akhir 2008, mulai diberlakukan RFID ticketing (tiket keras) di mana pembelian tiket tetap dilakukan di loket pelabuhan. Pada Agustus 2018, dilakukan digitalisasi pembayaran tiket menggunakan prepaid card (cashless).

“Dan terakhir sejak Mei 2020, ASDP mulai menerapkan layanan penuh tiket online di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Tercatat total user platform Ferizy hingga 31 Desember 2023 mencapai 1.976.486 user,” tambah Shelvy.

Adapun waktu tunggu keberangkatan yang lebih singkat turut berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah, terutama sampah plastik di area pelabuhan. Dengan demikian, kehadiran ferizy juga merupakan bentuk tanggung jawab ASDP dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menekan emisi karbon yang diterapkan mulai di pelabuhan, kapal penyeberangan, hingga lingkungan sekitarnya. 

ASDP memahami pentingnya beradaptasi mengikuti tren perkembangan teknologi agar dapat terus memberikan pengalaman yang terbaik serta meningkatkan kualitas layanan penyeberangan kepada seluruh pengguna jasa.

“Digitalisasi telah menjadi sebuah keharusan dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melakukan transaksi pembayaran pada layanan transportasi,” ujarnya. 

Digitalisasi juga sebagai bukti kontribusi nyata ASDP dalam memperlancar konektivitas antarwilayah, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperlancar distribusi arus logistik ke seluruh wilayah Indonesia. (rn/jh. Foto: Dok. ASDP)

Must Read