BusinessUpdate – PT Elnusa Tbk (ELSA), Subholding Upstream Pertamina, mulai fokus untuk mengembangkan bisnis yang lebih ramah lingkungan sesuai dengan arah strategi perusahaan.
Manager Corporate Communication Elnusa Jayanty Oktavia Maulina mengatakan, meski fokus ke bisnis ramah lingkungan, pihaknya tetap menyadari tantangan yang dihadapi dalam bisnis energi yang berkelanjutan.
“Perseroan mengakui perlunya beradaptasi dengan tantangan yang berkembang dan perubahan untuk tetap kompetitif dan memberikan nilai bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” kata Jayanty melalui keterangan resmi, Kamis (15/2/2024).
Ia menegaskan, perseroan mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Roadmap Environmental, Social, and Governance (ESG) Perseroan yang saat ini sedang ditinjau kembali.
Jayanty mengatakan, Elnusa fokus pada implementasi Studi Reservoir & Enhanced Oil Recovery (EOR). “Saat ini Elnusa siap untuk revolusi industri energi melalui terobosan teknologi terkini. Sebab, Elnusa memiliki DNA resilience dan inovasi sejak 54 tahun lalu berdiri,” katanya.
Sebagai informasi, pada 2018, Elnusa berhasil melakukan aplikasi EOR injeksi polimer di sumur T46 di Lapangan Tanjung, Aset 5 PEP. Keberhasilan tersebut memperlihatkan keahlian Elnusa dalam pemodelan dan simulasi reservoir, yang secara khusus dirancang untuk mengoptimalkan operasi CO2 Huff-and-Puff di reservoir batugamping.
Kemudian pada 2023, Elnusa menjalin kesepakatan dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk melakukan pekerjaan teknologi stimulasi reservoir untuk EOR di Wilayah Kerja Rokan. Dengan berkolaborasi dengan Pertamina Upstream Research and Technology Innovation (URTI), Elnusa telah aktif terlibat dalam mengimplementasikan teknologi stimulasi reservoir di lingkungan PHR WK Rokan. Sekaligus, menegaskan komitmen Elnusa dalam mengatasi kebutuhan bisnis sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan sektor energi Indonesia.
Sebagai informasi, Elnusa telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp285 miliar hingga September 2023, atau setara 57% dari alokasi capex perusahaan yang sebesar Rp500 miliar. (pa/jh)


