HomeFINANCEBankLaba Bersih Bank UOB Indonesia Turun 29 Persen Hanya Rp674,96 Miliar 

Laba Bersih Bank UOB Indonesia Turun 29 Persen Hanya Rp674,96 Miliar 

BusinessUpdate – PT Bank UOB Indonesia membukukan laba bersih sebesari Rp674,96 miliar sepanjang 2023. Nilai tersebut turun 29,07% secara tahunan (yoy) dari Rp951,56 miliar pada 2022. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di media dan dikutip Senin (11/3/2024), pendapatan bunga UOB Indonesia naik 33,28% menjadi Rp9,54 triliun. Namun, beban bunga bank melonjak 96,33% atau sebesar Rp4,43 triliun pada 2023 dari sebelumnya Rp2,21 triliun pada 2022. 

Kendati mengalami kenaikan beban bunga, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 5,08% menjadi Rp5,19 triliun pada 2023 dari sebelumnya Rp4,95 triliun pada 2022. Lalu, pendapatan berbasis komisi (fee based income) UOB Indonesia juga susut tipis 2,98% menjadi Rp1,15 triliun pada 2023 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,18 triliun pada 2022. 

Adapun, UOB Indonesia mencatatkan pendapatan lainnya naik menjadi Rp465,68 miliar pada 2023, tumbuh 25,42% dari sebelumnya Rp371,31 miliar pada 2022.  

Sementara itu, pada rasio profitabilitas tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) UOB Indonesia terkoreksi 23 basis poin (bps) ke level 0,61%. Sedangkan, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) juga merosot 226 bps menjadi 4,44% dari level 6,7%  

Seiring dengan pelemahan pada sisi bottom line, UOB membukukan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 3,85% per akhir Desember 2023. Sementara itu, dari sisi intermediasi, bank telah menyalurkan kredit Rp84,02 triliun per Desember 2023, turun 1,77% dari sebelumnya Rp85,53 triliun pada 2022. 

Total aset UOB Indonesia mencapai Rp162,55 triliun pada 2023, tumbuh 17,55% dari sebelumnya Rp138,28 triliun pada 2022  Seiring dengan kinerja kredit, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sepanjang 2023 tercatat mengalami perbaikan. NPL gross berada di level 2,58% dari sebelumnya 2,98%. Lalu, NPL net berada di level 1,39% dari 1,73%.  

Dari segi himpunan dana pihak ketiga (DPK) UOB Indonesia membukukan Rp119,28 triliun dari posisi Desember 2023, naik 4,71% dari sebelumnya Rp113,92 triliun pada 2022. Dana murah atau current account savings account (CASA) UOB Indonesia turun 2,59% menjadi Rp61,19 triliun pada 2023 dari sebelumnya Rp62,81 triliun pada 2022. 

Sebagai informasi, UOB Indonesia telah mengumumkan soal penyelesaian akuisisi bisnis perbankan konsumer Citigroup di Indonesia dan integrasi penuh aset dan liabilitas Citibank Indonesia ke UOB Indonesia pada tahun lalu, yakni Rabu (6/12/2023).  

Direktur Utama UOB Indonesia, Hendra Gunawan menyebut dampak dari proses akuisisi tersebut membuat jumlah nasabah UOB bertambah menjadi lebih dari 1 juta sekaligus mendapat tambahan karyawan sebanyak 1.000 orang dari pengalihan atas bisnis consumer Citibank. (pa/jh)

Must Read