HomeECONOMICAdhi Karya Terima Surat dari Erick Thohir Soal Merger

Adhi Karya Terima Surat dari Erick Thohir Soal Merger

BusinessUpdate – Manajemen PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) mengaku telah menerima surat persiapan dari Menteri BUMN Erick Thohir terkait rencana penggabungan BUMN Karya. 

Nantinya, Adhi Karya akan digabungkan dengan PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero). Tiga BUMN Karya tersebut nantinya akan berfokus pada proyek konstruksi di sektor sumber daya air, rel, hingga kereta. 

“Soal merger ini sudah dinyatakan oleh Pak Erick Thohir, kami memang sudah menerima surat persiapan tetapi masih sendiri-sendiri,” ujar Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/4/2024) malam. 

Saat ini perseroan sedang menghitung valuasi perusahaan. Namun, persiapan tersebut belum dilakukan bersama dengan Brantas Abipraya dan Nindya Karya. “Jadi, kami menyiapkan valuasi sendirian saja. Kalau waktunya turun supaya segera kami masing-masing sudah punya valuasi dan nilai market yang wajar,” tuturnya. 

Ia menyampaikan, kemungkinan besar rencana penggabungan BUMN Karya ini menerapkan skema holding. Dengan demikian, ADHI berpeluang menjadi induk holding lantaran memiliki ekuitas paling besar dibandingkan Brantas dan Nindya Karya. 

Pada 2023, ADHI memiliki total aset sebesar Rp40,49 triliun. Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat mencapai Rp31,27 triliun dan ekuitas sebesar Rp9,21 triliun. 

Selain ADHI, Kementerian BUMN akan menggabungkan PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT). Selanjutnya adalah penggabungan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA). 

Menurut Thohir, Hutama Karya dan Waskita akan fokus pada proyek jalan tol, non-tol, institutional building, dan residensial komersial. Sementara itu, WIKA dan PTPP akan fokus menggarap pelabuhan laut, bandara udara, EPC, dan residensial. 

Erick menyatakan bahwa rencana konsolidasi BUMN Karya akan berada di bawah naungan PT Danareksa dan masuk dalam peta jalan BUMN 2024 – 2034. Ia menyebutkan bahwa penyehatan BUMN Karya melalui jalan konsolidasi memang memerlukan waktu. Langkah penggabungan tersebut menjadi salah satu komitmen transformasi BUMN untuk merampingkan jumlah perusahaan pelat merah hingga mencapai 30 perusahaan. (rn/jh)

Must Read