BusinessUpdate – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencetak pendapatan sebesar Rp37,42 triliun pada kuartal I/2024. Angka ini naik 3,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp36,09 triliun.
Bisnis seluler, konsumer dan wholesale Telkom mengalami pertumbuhan. Untuk bisnis seluler, Telkom membukukan pendapatan Rp21,09 triliun, naik 2,2% secara tahunan (yoy). Telkom melalui anak usahanya di bidang seluler, Telkomsel, mengejar pertumbuhan sehat dengan membidik pelanggan berkualitas dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Desember 2023, tercatat jumlah pelanggan seluler Telkom mencapai 159,34 juta dengan rerata pendapatan per pengguna (ARPU) yang dibukukan perusahaan sebesar Rp47.500, naik 7,5% yoy.
Kemudian untuk bisnis wholesale dan internasional, Telkom membukukan pendapatan Rp4,73 triliun, naik 16,04% yoy. Segmen ini mengalami pertumbuhan tertinggi di Telkom pada kuartal I/2024. Bisnis wholesale dan internasional Telkom meliputi bisnis menara, infrastruktur hingga data center.
Sementara itu, untuk bisnis konsumer, Telkom membukukan pendapatan Rp6,86 triliun, naik 2,7% yoy. Bisnis konsumer Telkom berasal dari IndiHome, yang pada tahun lalu telah dialihkan ke Telkomsel. Pada 2023, IndiHome memiliki total pelanggan sebesar 10,04 juta, bertambah 9,1% yoy.
Sementara itu untuk bisnis enterprise, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp4,46 triliun pada kuartal I/2024, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp4,49 triliun. Telkom mengandalkan Indibiz untuk mendorong pendapatan enterprise dari pasar pemerintahan, swasta hingga UMKM.
Sayangnya, pertumbuhan pendapatan yang dibukukan belum mampu mengangkat laba perusahaan. Laba bersih Telkom pada 3 bulan pertama 2024 turun menjadi Rp6,05 triliun dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp6,42 triliun.
Hal ini disebabkan total biaya dan beban TLKM meningkat menjadi Rp26,42 triliun di kuartal I/2024, dari sebelumnya sebesar Rp24,65 triliun pada kuartal I/2023. TLKM mencatatkan laba usaha sebesar Rp11 triliun sepanjang kuartal I/2024, turun 3,7% dibandingkan kuartal I/2023 sebesar Rp11,43 triliun. (pa/jh)


