BusinessUpdate – PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mencatatkan laba bersih perseroan sepanjang 2023 sebesar Rp102 miliar. Angka tersebut turun 55,4% secara tahunan (yoy) dibandingkan laba bersih 2022 yang mencapai Rp231 miliar.
Sementara itu pendapatan premi Jasindo sebesar Rp3,3 triliun sepanjang 2023. Angka tersebut meningkat tipis 1,79% secara tahunan (yoy) dibandingkan pada 2022 yang mencapai Rp3,25 triliun.
Dikutip dari laporan keuangan Jasindo per 31 Desember 2023 yang dipublikasikan di media massa pada Selasa (23/4/2024) hasil underwriting yang dibukukan perseroan juga mengalami peningkatan mencapai Rp420 miliar pada 2023. Angka tersebut meningkat 44,3% secara tahunan dibandingkan Rp291 miliar pada 2022.
Namun demikian, hasil investasi yang diperoleh perusahaan turun 52,89% yoy menjadi Rp226 miliar pada 2023 dari sebelumnya Rp479 miliar pada 2022. Hasilnya, laba bersih perseroan ikut turun 55,4% secara tahunan menjadi Rp102 miliar. Pada 2022, laba bersih yang diperoleh mencapai Rp231 miliar.
Dari sisi ekuitas, modal yang dimiliki Jasindo per akhir Desember 2023 mencapai Rp2,86 triliun. Ekuitas perseroan meningkat 6,04% yoy dibandingkan sebelumnya Rp2,7 triliun.
Sementara liabilitas yang ditanggung menjadi Rp12 triliun. Adapun liabilitas yang ditanggung perseroan turun 3,6% yoy dari sebelumnya Rp12,5 triliun. Adapun, aset yang dimiliki Jasindo mencapai Rp15,1 triliun pada 2023, yang mana turun 1,85% yoy dibandingkan Rp15,4 triliun pada 2022.
Perinciannya aset berupa investasi sedikit naik menjadi Rp3 triliun dari sebelumnya Rp2,87 triliun. Sementara aset bukan investasi turun menjadi Rp12,1 triliun dari sebelumnya Rp12,57 triliun. Â
Tingkat kesehatan finansial perseroan apabila dilihat dari Risk Based Capital (RBC) mencapai 159,10% pada 2023, naik dari sebelumnya 149,53%. Angka tersebut masih di atas ambang batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 120%. (ip/jh)


