HomeFINANCEInsuranceSepanjang 2025 Prudential Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp2,4 Triliun

Sepanjang 2025 Prudential Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp2,4 Triliun

BusinessUpdate – PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp2,4 triliun hingga akhir 2025, meningkat 44% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,7 triliun.

Laba setelah pajak tersebut ditopang oleh pendapatan premi senilai Rp21,1 triliun per Desember 2025, angka itu naik 2% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja 2025 mendorong jumlah aset Prudential Indonesia menjadi Rp64,3 triliun.

Direktur Prudential Indonesia Tony Benitez menuturkan, kinerja bisnis perusahaan sepanjang 2025 didukung oleh fondasi keuangan yang kokoh, serta kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan dinamika industri.

“Kinerja ini didukung oleh fokus berkelanjutan Prudential Indonesia dalam menghadirkan solusi perlindungan dan layanan yang relevan melalui inovasi produk, penerapan teknologi, serta penguatan pengalaman Nasabah secara menyeluruh (end-to-end),” kata Tony dalam konferensi pers Full Year Performance 2025, Rabu (3/6/2026).

Sedikit catatan, rasio solvabilitas (Risk Based Capital) Prudential Indonesia mencapai 466%, atau berada di atas ambang batas Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi mengungkapkan, peningkatan laba yang terbilang signifikan dipengaruhi oleh kinerja investasi yang kuat. Perusahaan juga melakukan pendekatan yang disiplin dalam pengelolaan biaya. “Selain itu, premi bruto (GWP) kami tumbuh 2% yang mencerminkan keinginan nasabah untuk tetap bersama kami,” jelasnya. Selain itu, tingkat polis surrender dan penarikan dana juga tengah berada dalam tren yang melandai.

Lalu, komposisi pendapatan premi Prudential Indonesia yang mencapai Rp21,1 triliun terdiri atas 72% dari produk unitlink dan 28% dari produk tradisional. Kemudian total klaim dan manfaat yang telah diberikan ke nasabah tercatat senilai Rp16 triliun, meliputi lebih dari 1.000 kasus klaim per hari dengan total 372.528 kasus klaim.

Pada 2024, total klaim dan manfaat yang disalurkan adalah senilai Rp18,2 triliun. Sepanjang 2025, total klaim kesehatan tercatat senilai Rp6,2 triliun, atau naik 3% secara tahunan dibandingkan periode yang sama senilai Rp6,1 triliun.

Sedangkan klaim non kesehatan tercatat senilai Rp9,8 triliun pada periode yang sama atau turun 19% secara tahunan dibandingkan periode yang sama 2024 Rp12,1 triliun. “Penurunan ini terutama disebabkan oleh lebih rendahnya klaim non-kesehatan, sementara klaim kesehatan terus meningkat,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Prudential)

Must Read