BusinessUpdate – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatatkan premi sebesar Rp1,16 triliun sepanjang kuartal I/2026. Nilai tersebut tumbuh sekitar 10% secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Kami memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas,” kata Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso dalam taklimat media di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026) malam.
Pertumbuhan premi utamanya didorong oleh peningkatan signifikan pada lini asuransi umum yang mencatatkan pertumbuhan hingga 44%. Laba perusahaan pun meningkat sebesar 77% yoy) meski belum merinci nilai laba yang dibukukan.
Perusahaan menyatakan kinerja positif triwulan I/2026 merupakan lanjutan dari tren performa perusahaan sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited, Askrindo mencatatkan premi bruto sebesar Rp4,44 triliun dan mencatatkan hasil underwriting netto sebesar Rp1,28 triliun. Secara konsolidasi, ekuitas Askrindo meningkat menjadi sekitar Rp9,4 triliun, sementara total aset mencapai sekitar Rp32,9 triliun.
“Kami melihat bahwa kinerja 2025 bukan sekadar pertumbuhan angka, tetapi hasil dari fondasi yang kami bangun secara konsisten, khususnya dalam penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas underwriting. Ini yang menjadi kunci keberlanjutan bisnis kami ke depan,” ujar Mahelan.
Dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan, Askrindo menjalankan strategi diversifikasi portofolio melalui tiga pilar utama. Pertama, penguatan bisnis penugasan pemerintah sebagai fondasi utama perusahaan. Kedua, pengembangan segmen BUMN dan korporasi melalui layanan yang lebih terfokus. Ketiga, ekspansi bisnis ritel, termasuk produk asuransi mikro, parametrik, travel insurance, dan kendaraan bermotor.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan penetrasi pasar di berbagai segmen. “Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. Askrindo)


