BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN akan merevisi rencana bisnis terkait penyaluran kredit pada 2024 guna mengantisipasi adanya era suku bunga tinggi.
Sampai kuartal I/2024 ini, BTN mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp344,2 triliun. Angka tersebut tumbuh 14,8% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp299,7 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menginginkan, pertumbuhan kredit sampai akhir tahun justru akan dijaga pada level 10-11%. Awal tahun ini, BTN mematok target penyaluran kredit yang relatif konservatif di angka 11-12%.
“Antisipasi likuiditas yang belakangan akan jadi lebih mahal, pendanaan juga jadi lebih mahal, karena naiknya BI rate,” kata Nixon usai konferensi pers paparan kinerja BTN per 31 Maret 2024, Kamis (25/4/2024).
Ia menambahkan, dengan adanya kondisi tersebut, penyaluran kredit akan menghadapi banyak tantangan. Dengan menurunkan pertumbuhan kredit, BTN tidak perlu mencari banyak dana yang diprediksi bertambah mahal. “Kalau harga bahan baku mahal, maka jualannya tidak usah terlalu digeber,” imbuhnya.
Hal ini, tambahnya, juga merupakan langkah antisipasi kondisi geopolitik makro yang belum stabil. Adapun kondisi likuiditas perseroan yang tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat ada di kisaran 96,2%.
Sebagai informasi, kredit dan pembiayaan perumahan masih mayoritas sekitar 85% dari seluruh portofolio. Selama kuartal I/2024, total kredit dan pembiayaan perumahan mencapai Rp292,7 triliun, atau naik 10,7% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp264,5 triliun.
Dari jumlah tersebut penyaluran KPR Subsidi masih menjadi yang terbesar mencapai Rp167 triliun, naik 12,3% pada kuartal I/2024 dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp148,6 triliun. Sedangkan KPR Non-Subsidi naik 11,2% secara tahunan menjadi Rp98,8 triliun dari Rp88,8 triliun di kuartal I/2023. (rn/jh)


