HomeCORPORATE UPDATEBUMNPTPP Siap Lepas Aset Properti Kepada Investor Asing

PTPP Siap Lepas Aset Properti Kepada Investor Asing

BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) siap melepas sejumlah aset properti di kawasan Monumen Nasional atau Monas di Jakarta kepada investor asing.  

Pelepasan aset ini sesuai arahan Menterinya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk meningkatkan nilai aset BUMN setelah pemerintahan resmi pindah ke IKN Nusantara. 

Rencana ini akan masuk dalam program property fund yang dikelola PT Danareksa (Persero).  Total, ada 13 aset di kawasan Monas yang bakal dilepas kepada investor asing. Dari jumlah tersebut, PTPP memiliki dua aset gedung yakni Menara Danareksa dan Menara BSI dengan build operate transfer (BOT) selama 30 tahun.  

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengatakan, dengan kepemilikan aset itu, perseroan menjadi bagian dari program property fund yang kini sedang digodok oleh Danareksa. 

“Saat ini sedang ditawarkan ke investor-investor asing untuk mengembangkan properti-properti di area tersebut saat nanti berpindah ke IKN,” ujar Arsyad dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) belum lama ini. 

Ia menyampaikan, masuknya investor asing ataupun lokal akan memberikan nilai tambah terhadap aset-aset BUMN di kawasan Monas ketika ibu kota resmi berpindah. 

Sebelumnya, Erick Thohir telah menawarkan 13 aset perusahaan pelat merah di kawasan Monas kepada para pengusaha Hong Kong pada akhir Maret 2024.  Hal ini dilakukan agar aset BUMN kelak tidak terbengkalai.  

“Contohnya, Pertamina punya gedung baru, tetapi gedung lamanya kosong. Itu sayang kalau tidak menciptakan nilai. Makanya kemarin kami roadshow ke pemain properti yang mau,” ujar Erick, pekan lalu.  

Erick menyatakan saat ini sudah ada perusahaan Hong Kong yang berminat. Namun, ia enggan membocorkan sebab belum ada kesepakatan resmi antarpihak. 

“Saya tidak boleh bicara siapa karena belum ada hitam di atas putih. Jadi, kita pun tentu harus mendorong yang namanya value creation, di mana aset-aset BUMN yang belum maksimal harus kita tingkatkan,” tutupnya. (pa/jh)

Must Read