HomeCORPORATE UPDATEBUMNPLN EPI Turunkan Emisi Karbon 2,9 Juta Ton CO2 Berkat Pemanfaatan Biomassa

PLN EPI Turunkan Emisi Karbon 2,9 Juta Ton CO2 Berkat Pemanfaatan Biomassa

BusinessUpdate – PT PLN EPI mengklaim hingga Agustus 2024 pihaknya mampu menurunkan emisi karbon hingga 2,9 juta ton CO2 melalui pemanfaatan biomassa dalam program co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). 

“Program co-firing yang kami terapkan merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung transisi energi bersih. Selain itu, program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui penyediaan bahan bakar biomassa,” jelas Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, melalui keterangan pers, Jumat (20/9/2024). 

Hingga saat ini, PLN EPI telah memanfaatkan berbagai jenis biomassa, termasuk sekam padi dan serbuk gergaji. Penggunaan biomassa juga terus bertambah. 

Pada 2021, PLN EPI berhasil mensubstitusi 250.000 ton batu bara dengan biomassa. Pada 2022 meningkat menjadi 580.000 ton. Pada 2023 mencapai 1 juta ton. “Pada tahun ini (2024), kami menargetkan pemanfaatan lebih dari 2 juta ton biomassa,” tambah Iwan. 

Dalam mengembangkan pemanfaatan biomassa, PLN EPI juga menggandeng berbagai mitra lokal untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memperkuat rantai pasok biomassa. 

“Ini sejalan dengan tujuan kami untuk mendukung pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060,” tambah Iwan. Menurutnya, PLN EPI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam pengembangan potensi biomassa sebagai sumber energi terbarukan. 

Kerja sama ini melibatkan pengembangan lahan-lahan kritis di wilayah tersebut untuk produksi biomassa serta potensi limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa. 

Kemudian, PLN EPI juga telah melakukan uji bakar co-firing di PLTU Bengkayang, Kalimantan Barat, dengan memanfaatkan serbuk kayu sebagai biomassa. Program ini berhasil menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal dan mengurangi polusi yang sebelumnya dihasilkan dari pembakaran limbah kayu. 

Sebanyak 50 orang telah bekerja di titik-titik pengumpulan dan pemrosesan serbuk kayu di sekitar PLTU. Dengan demikian, selain manfaat lingkungan, inisiatif co-firing ini juga mendorong ekonomi sirkular di berbagai daerah. 

“Kami melibatkan lebih dari 1,25 juta masyarakat dalam rantai pasok biomassa, dengan nilai ekonomi mencapai Rp 9,43 triliun,” tutup Iwan. (pa/jh)

Must Read