BusinessUpdate – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) menargetkan seluruh operasional kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dapat dilakukan oleh masinis Indonesia pada 2025.
“Saya harap pada tahun 2025 seluruh operasional kereta cepat mampu dijalankan oleh masinis Indonesia melalui proses transfer pengetahuan dari para tenaga profesional di bidangnya,” ujar Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Afriansyah Noor melalui siaran pers, dikutip Minggu (22/9/2024)
Afriansyah menyampaikan hal itu usai peninjauan di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Depo Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 19 September 2024.
“Semoga dengan adanya transfer pengetahuan dan teknologi, menjadikan tenaga kerja Indonesia siap untuk bersaing menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Ia menjelaskan, proyek KCIC, yang beroperasi di empat stasiun utama (Halim, Karawang, Padalarang, Tegalluar) dan satu depo di Tegalluar, memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja baru.
Saat ini, KCIC telah melatih 668 tenaga kerja Indonesia dan memberikan sertifikasi kepada 40 pekerja di bidang On Call Emergency Response dan Overhead Catenary System.
Mengenai tenaga kerja asing (TKA), KCIC telah mempekerjakan sebanyak 738 TKA dari total 812 TKA yang direncanakan. Sebagian dari TKA tersebut akan menyelesaikan izin kerjanya pada 2024.
“Ini berarti tenaga kerja Indonesia akan mengambil alih sebagian besar operasional setelah melalui proses pelatihan dan transfer teknologi yang intensif,” jelasnya.
Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah beroperasi sejak Oktober 2023, dengan melibatkan 852 TKA asal China dalam operasionalnya.
Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Eva Chairunisa menjelaskan bahwa keterlibatan ratusan TKA merupakan hasil kerja sama antara KCIC dan Konsorsium PT KAI serta China Railway, yang ditunjuk sebagai operator untuk kegiatan Operasi dan Maintenance (O&M) selama satu tahun.
Eva menjelaskan bahwa konsorsium bertugas menyediakan sekitar 852 TKA berpengalaman dan bersertifikat sebagai Operator O&M. Selain itu, KCIC juga berkewajiban menyiapkan 1.096 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan mendampingi tenaga ahli dari China.
Mereka akan bertugas melaksanakan peralihan kemampuan untuk mengoperasikan dan merawat sarana Kereta Cepat secara bertahap. Nantinya kegiatan operasi dan perawatan dilakukan seluruhnya 100% oleh TKI. (rn/jh. Foto: Dok. KCIC)


