HomeECONOMICAirlangga Gelar Rapat Bahas Tarif Timbal Balik Impor AS

Airlangga Gelar Rapat Bahas Tarif Timbal Balik Impor AS

BusinessUpdate – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menggelar rapat koordinasi dengan lebih dari 100 asosiasi industri sebagai tindak lanjut atas penetapan tarif timbal balik impor yang ditetapkan Amerika Serikat (AS), pada Senin (7/4/2025).

Menurut Airlangga, hasil rapat itu bakal disampaikan dalam bentuk masukan kepada AS. “Hari ini kami melakukan rapat koordinasi dengan lebih dari 100 asosiasi dan untuk bagaimana kami mendapatkan masukan terkait dari kebijakan tarif yang dikenakan oleh Amerika. Oleh Presiden (Donald) Trump,” ujar Airlangga dalam konferensi pers usai pertemuan di Kantor Kemenko Perekonomian.

“Bapak Presiden sudah mengarahkan setelah hari ini kita akan memberikan masukan kepada Amerika, untuk kita bisa memberikan respons. Dan harapannya tentu Amerika sendiri kan ini dikenakan kepada seluruh negara. Maka pada waktu yang sama seluruh negara ingin bertemu dengan Amerika,” jelasnya.

Selain itu, Indonesia akan mendorong beberapa kesepakatan bersama dengan negara-negara anggota ASEAN untuk merespons kebijakan tarif Trump. Menurut Airlangga, ia sudah berkomunikasi dengan Malaysia, Singapura, dan Kamboja dalam rangka mendorong kesepakatan bersama itu.

Pada 10 April 2025, para pemimpin negara ASEAN akan bertemu untuk mengkoordinasikan kesepakatan bersama itu secara lebih lanjut. Dari Indonesia nantinya akan diwakili oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. Airlangga menekankan, ASEAN tidak akan mengambil langkah retaliasi untuk merespons tarif Trump.

Sebagai gantinya, Indonesia dan Malaysia akan mendorong Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi (TIFA) sebagai salah satu poin negosiasi ASEAN dengan AS. Pasalnya, perjanjian TIFA yang ditandatangani pada 1996 silam sudah tidak lagi relevan untuk perdagangan saat ini.

“Karena kita TIFA sendiri secara bilateral ditandatangani di tahun 1996 dan banyak isunya sudah tidak relevan lagi, sehingga kita akan mendorong berbagai kebijakan itu masuk dalam TIFA,” tambahnya.

Adapun rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo). Lalu hadir pula Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) III Anggito Abimanyu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, dan Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, serta perwakilan Kamar Dagang AS. (pa/jh)

Must Read