HomeCORPORATE UPDATEBUMNPLN Resmikan Smart Microgrid Nusa Penida, Sistem Integrasi Pembangkit Listrik

PLN Resmikan Smart Microgrid Nusa Penida, Sistem Integrasi Pembangkit Listrik

BusinessUpdate – PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan Smart Microgrid Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, sebagai bentuk tranformasi sistem kelistrikan cerdas berbasis digital dan energi hijau.

Peresmian ini dilakukan langsung oleh General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho, bersama jajaran PLN Group dan mitra strategis, serta disaksikan secara daring oleh Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri, didampingi jajaran Direksi dari PT PLN Indonesia Power dan PT PLN Icon Plus.

Nusa Penida, yang kini menjadi destinasi pariwisata kelas dunia, menghadapi tantangan besar dalam menjaga keandalan pasokan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tuntutan transisi menuju energi bersih.

Menjawab tantangan tersebut, PLN menghadirkan Smart Microgrid, sistem terintegrasi yang mengatur pembangkit tenaga surya, diesel, dan baterai secara otomatis melalui kendali berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).

Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, menyampaikan proyek Smart Microgrid Nusa Penida merupakan simbol nyata transformasi PLN menuju sistem energi yang smart, resilient, dan green.

Pilot project ini menjadi pengejawantahan dari Rencana Jangka Panjang Direktorat Distribusi 2025-2029 yang baru diluncurkan. “Hari ini, PLN membangun sistem distribusi yang berkelanjutan, siap menghadapi tantangan era transisi energi dan digitalisasi,” kata Arsyadany, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, distribusi yang Smart berarti mengelola data dan teknologi untuk menciptakan sistem yang efisien dan responsif. Distribusi yang Resilient berarti siap menghadapi segala tantangan dan gangguan, sementara distribusi yang green adalah komitmen PLN terhadap keberlanjutan dan energi ramah lingkungan.

Arsyadany menambahkan sebelumnya sistem kelistrikan di Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan sepenuhnya bergantung pada pembangkit diesel berbahan bakar minyak.

Kini, dengan integrasi PLTS Suana berkapasitas 3,5 MWp dan Battery Energy Storage System (BESS) 1,8 MWh, sistem kelistrikan diatur secara otomatis untuk menyeimbangkan pasokan energi terbarukan dan cadangan diesel secara real time.

“Teknologi ini bukan hanya milik kota besar. Justru di pulau kecil seperti Nusa Penida, Smart Microgrid menjadi simbol keadilan energi dari pesisir hingga perbatasan, masyarakat berhak menikmati listrik yang bersih dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho menjelaskan Smart Microgrid Nusa Penida merupakan manifestasi nyata dari semangat Transformasi PLN 2.0, khususnya dalam mendorong digitalisasi sistem distribusi dan mendukung transisi energi hijau.

“Pulau Nusa Penida yang dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan, kini tidak hanya memesona dari sisi alam, tetapi juga menjadi pionir modernisasi kelistrikan berbasis green, digital, dan resilient grid,” kata Eric.

Eric menyampaikan keberhasilan proyek itu tidak lepas dari kolaborasi erat antara PLN UID Bali, PLN Icon Plus, dan PT Indonesia Power, yang masing-masing berperan dalam pengelolaan wilayah, integrasi sistem, serta pengoperasian pembangkit. Dukungan juga datang dari USAID SINAR yang berperan sejak tahap awal pengembangan proyek.

“Proyek Smart Microgrid ini menjadi bukti nyata komitmen PLN untuk menyongsong masa depan kelistrikan yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” katanya.

Hingga Agustus 2025, sistem kelistrikan Nusa Penida telah melayani 23.916 pelanggan dengan daya terpasang 60,91 MVA dan penjualan energi mencapai 59,82 GWh.

Melalui Smart Microgrid, sistem kelistrikan di Nusa Penida kini lebih efisien, tangguh, dan mendukung Bali menuju pulau hijau dan mandiri energi. (ip/jh. Foto: Dok. PLN)

Must Read