BusinessUpdate – PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mencatatkan laba bersih tahun berjalan hingga September 2025 mencapai Rp2,9 triliun atau naik 20,08% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,41 triliun.
Direktur Utama Danamon Daisuke Ejima mengatakan, kinerja bisnis Danamon didorong oleh implementasi tata kelola perusahaan dan manajemen risiko, serta dengan selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Capaian profitabilitas dan pertumbuhan bisnis tersebut diiringi dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio loan-at-risk (LAR), dengan turut memperhitungkan penundaan pembayaran sebagai akibat dari pandemi Covid-19, membaik 250 basis poin secara tahunan mencapai 9,0%.
“Rasio cakupan NPL coverage ratio mencapai 274.9%, meningkat 260 basis poin yoy. Rasio NPL bruto membaik 20 basis poin yoy mencapai 1,8%,” kata Ejima dalam keterangan resmi, Kamis (30/10/2025).
Menurut laporan keuangan Bank Danamon yang dipublikasikan di media, pendapatan bunga Bank Danamon naik 3,19% menjadi Rp17,5 triliun pada kuartal III/2025, dari Rp16,96 triliun pada periode yang sama 2024.
Di sisi lain, beban bunga meningkat 11% menjadi Rp5,58 triliun, dibandingkan Rp5,03 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih tercatat turun tipis 0,10% menjadi Rp11,91 triliun, dari Rp11,93 triliun pada kuartal III/2024.
Sementara itu, beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) turun 16,52% menjadi Rp2,82 triliun dari sebelumnya Rp3,38 triliun, mencerminkan perbaikan kualitas aset dan pengelolaan risiko yang lebih baik. Beban tenaga kerja tercatat naik 1,25% menjadi Rp4,79 triliun, dari Rp4,73 triliun pada periode sama tahun lalu.
Sedangkan, beban lainnya juga meningkat 3,12% menjadi Rp3,56 triliun, dibandingkan Rp3,45 triliun pada kuartal III/2024. Total aset Bank Danamon tumbuh 7,94% menjadi Rp259,5 triliun per September 2025, dibandingkan Rp240,38 triliun pada periode yang sama 2024.
Dalam aspek intermediasi, per 30 September 2025, Danamon mencatatkan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp196,2 triliun, tumbuh 5% yoy. Pertumbuhan total kredit dan trade finance ditopang pertumbuhan 9% pada kredit lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution, 12% pada lini bisnis Consumer Banking, beserta dengan pertumbuhan 6% pada kredit lini bisnis SME Banking.
Pada sisi penghimpunan dana, total simpanan pihak ketiga yang dihimpun konsolidasian sebesar Rp170,3 triliun, tumbuh 14% yoy. Dari jumlah tersebut, jumlah pendanaan granular yang dihimpun tumbuh sebesar 4% yoy.
Adapun dalam laporan keuangan Bank Danamon mencatatkan porsi dana murah atau Current Account and Saving Account (CASA) mencapai Rp67,58 triliun, naik 6,3% dibandingkan Rp63,57 triliun pada September 2024.
Ejima turut menyebut bahwa kinerja positif Bank Danamon juga ditopang oleh permodalan yang kuat, di mana rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasian Danamon mengalami peningkatan sebesar 50 basis poin yoy menjadi 26,6%.
“Danamon juga mencatatkan rasio kecukupan likuiditas [liquidity coverage ratio], sebesar 145.7% dan net stable funding ratio [NSFR] sebesar 123,2%,” sebutnya.
Ejima juga melaporkan kinerja positif Danamon juga tercermin secara operasional. Pada ekosistem otomotif, kolaborasi Danamon bersama dengan Adira Finance menghasilkan pembiayaan sinergis sebesar Rp1,5 triliun, meningkat 57% dibandingkan tahun sebelumnya.
Danamon juga mencatatkan pertumbuhan bisnis di ekosistem haji dan umrah. Per 30 September 2025, penghimpunan dana Unit Usaha Syariah Danamon untuk haji dan umrah mencatatkan peningkatan sebesar 109% yoy, dengan peningkatan jumlah rekening sebesar 52% yoy yang didominasi oleh haji reguler.


