BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI mencatat penyaluran pembiayaan terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV) melonjak tajam, menyentuh angka Rp344 miliar pada 2025.
Senior Vice President of ESG Bank Syariah Indonesia Rima Dwi Permatasari mengatakan, meningkatnya pembiayaan EV di Tanah Air didorong oleh pasar kendaraan listrik yang terus bertumbuh.
“Pembiayaan EV itu peningkatannya sangat tajam. Dua tahun lalu itu kami cuma Rp6 miliar, tetapi sekarang sudah Rp344 miliar dari EV financing-nya,” ujar Rima di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
BSI menyalurkan pembiayaan terhadap pembelian sekitar 1.298 unit kendaraan listrik oleh nasabah sehingga secara keseluruhan pembiayaan hijau (green financing) BSI tembus Rp15,5 triliun atau naik 15,4% secara tahunan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales mobil listrik murni selama 9 bulan pertama 2025 mencapai 55.225 unit. Angka itu meningkat tajam dibanding 2024 yang sebanyak 43.188 unit.
Rima pun mengakui bahwa tingginya permintaan nasabah untuk pembiayaan EV juga didorong oleh kebijakan pemerintah yang memberikan sejumlah insentif untuk mobil listrik murni. B
Mengacu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025, pemerintah telah memberikan insentif PPN DTP 10% untuk impor mobil listrik completely knocked down (CKD). Lalu, PPnBM DTP untuk impor mobil listrik secara utuh atau completely built up (CBU) dan CKD sebesar 15%, serta pembebasan bea masuk impor mobil listrik CBU.
“Itulah mengapa, selain ada insentif juga dari pemerintah, juga karena memang kami bank consumer, artinya ada permintaan dari masyarakat untuk EV financing,” tutup Rima. (ip/jh. Foto: Dok. BSI)


