HomeECONOMICWaspada! Tren Suku Bunga Tinggi Berlangsung Lama

Waspada! Tren Suku Bunga Tinggi Berlangsung Lama

BusinessUpdate – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan, tren suku bunga tinggi di negara maju diprediksi akan berlangsung lama yang  menambah resiko perlambatan ekonomi global pada tahun 2023. 

Hal ini dipicu oleh tingkat inflasi yang tinggi, misalnya di Amerika Serikat yang telah mencapai  level di atas 8%, juga Inggris yang pada Oktober 2022 telah menembus level 11%.

“Higher interest for longer, suku bunga yang tinggi dan akan berlangsung lama,” kata Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (21/11/2022).

Di Amerika Serikat (AS), kenaikan Fed Fund Rate (FFR) pada bulan ini sebesar 75 basis point (bps) menjadi 4%. Perry menyebut kemungkinan pada Desember 2022 akan naik lagi 50 bps.

“Kami perkirakan tahun depan juga masih akan menaikkan kembali dari 4,5% menjadi 5%. Ada yang memperkirakan hingga 5,25% dan puncaknya mungkin triwulan I dan II (2023) dan tidak akan segera turun. Inilah high interest rate for longer,” jelas Perry.

Dengan kenaikan suku bunga acuan di banyak negara maju, Perry menyebut belum tentu inflasi akan menurun. Pasalnya inflasi terjadi dari sisi supply energi dan pangan.

“Sehingga kejar-kejaran antara menaikkan suku bunga dan inflasi yang tinggi. Inilah yang sering disebut risiko stagflasi, pertumbuhan yang stagnan menurun dan inflasi yang tinggi,” tutur Perry.

Akibat itu saat ini muncul istilah resflasi, yakni risiko resesi dan tingginya inflasi. “Sekarang istilahnya adalah resflasi, risiko resesi dan tinggi inflasi,” tutupnya. (jh)

Must Read