BusinessUpdate – Akibat gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022), sebanyak 62 orang tewas, 79 orang luka-luka, dan 5.389 jiwa mengungsi.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi pada pukul 13:21:10 WIB dengan magnitude 5,6 dan tidak berpotensi tsunami.
Lokasi gempa: 6.84 Lintang Selatan, 107.05 Bujur Timur, dan kedalaman 10 km. Pusat gempa berada 10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur, 15 km Timur Laut Kota Sukabumi, 39 km Tenggara Kota Bogor, 63 km Barat Laut Bandung, dan 78 km Tenggara Jakarta.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan ada potensi gempa susulan dari gempa magnitude 5,6 yang terjadi di wilayah Cianjur.
“Jadi gempa yang baru saja terjadi pada posisi di sekitar Sukabumi, Cianjur. Di sekitar daerah tersebut dan merupakan gempa yang diakibatkan oleh patahan geser dengan magnitudo 5,6,” jelas Dwikorita kepada media di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/11/2022).
Gempabumi ini dirasakan di Kota Cianjur dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Garut dan Sukabumi IV – V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).
Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). Rancaekek, Tangerang Selatan, Jakarta dan Depok dengan skala intensitas II – III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu).
Kepala Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono menyatakan tidak ada potensi tsunami dari gempa itu. BMKG mencatat, hingga pukul 13.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 9 (sembilan) aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M4.0.
Pusdalops BNPB mencatat, pada Senin (2/11/2022) pukul 20.35 WIB, korban tewas 62 orang. Korban paling banyak di Kecamatan Cilaku Desa Rancagoong, Kecamatan Cianjur Desa Limbangansari, dan Kecamatan Cugenang.
Selain itu terdapat 79 orang luka-luka dan 5.389 jiwa menggungsi yang tersebar di beberapa titik pengungsian. Sebanyak 25 orang tercatat masih tertimbun runtuhan bangunan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Sementara itu, beberapa ruas jalan di area Tapal Kuda, Cianjur tertutup longsor.
BNPB menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan bantuan logistik ke lokasi terdampak. Dikutip dari akun Instagram @bnpb_indonesia, BNPB mengirim sebanyak 47 tenda untuk mendukung kebutuhan darurat warga terdampak. Selain itu sudah disiapkan bantuan logistik berupa sembako dan barang pemenuh kebutuhan utama senilai 500 juta rupiah.
Selain Cianjur, beberapa daerah yang melaporkan dampak gempabumi, antara lain: Kabupaten Bogor 46 unit rumah rusak (pendataan), Kabupaten Sukabumi 434 unit rumah rusak (pendataan), 5 unit fasilitas pendidikan rusak, 5 unit fasilitas ibadah rusak, Kota Sukabumi 14 unit rumah rusak 1 unit gedung rusak, Kabupaten Bandung 1 unit rumah sakit
Gempa bumi tersebut diduga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan. Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) l melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengidentifikasi jumlah pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik serta fasilitas pendidikan yang terdampak gempa.
Dari hasil identifikasi tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim akan melakukan langkah-langkah cepat untuk membantu segera para pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik serta fasilitas pendidikan yang terdampak gempa. (jh)


