BusinessUpdate – PT Bank Mega Syariah mencatatkan tabungan haji perseroan mencapai sekitar Rp324,2 miliar hingga akhir Oktober 2025. Angka ini tumbuh sekitar 9% secara tahunan (yoy). Jumlah nasabah turut meningkat sekitar 6% dibanding posisi akhir Desember 2024.
Sales & Distribution Division Head Bank Mega Syariah Dila Karnela Peter mengatakan pangsa pasar Bank Mega Syariah dalam layanan tabungan haji dan umrah terus menunjukkan tren positif, seiring meningkatnya literasi keuangan syariah dan kemudahan akses terhadap layanan digital.
“Kami optimistis trennya akan terus tumbuh positif seiring dengan biaya haji yang semakin terjangkau dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merencanakan ibadah sejak dini,” kata Dila dalam keterangannya, Senin (1/12/2025).
Ia menuturkan pertumbuhan jumlah nasabah hingga Oktober 2025 merata di berbagai wilayah, utamanya di Daerah Khusus Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Perseroan juga mencatat bahwa Tabungan Haji menyumbang lebih dari 20% terhadap total tabungan Bank Mega Syariah.
Seiring penurunan biaya haji untuk keberangkatan 2026, Bank Mega Syariah optimistis kebijakan ini dapat meningkatkan prospek pertumbuhan jemaah haji dan umrah.
Dila menyebut bahwa Bank Mega Syariah melihat potensi besar dalam pengembangan ekosistem haji dan umrah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Perseroan sejauh ini aktif menjalin kerja sama dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji (PPIU/PIHK), fintech syariah, lembaga pendidikan, hingga penyedia layanan halal.
Langkah ini turut diperkuat dengan dukungan terhadap penguatan ekosistem halal nasional, termasuk layanan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) melalui kanal digital.
“Melalui penguatan ekosistem haji dan umrah serta inovasi produk digital, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merencanakan ibadah dengan lebih mudah, aman, dan nyaman,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. Bank Mega Syariah)


