BusinessUpdate – Perumda BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun atau akrab disebut Bank Madiun menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan mengikuti wawancara penjurian bergengsi Indonesia Human Capital Brilliance Awards (IHCBA) 2025 pada Senin (01/12/2025).
Delegasi Bank Madiun dipimpin langsung oleh Direktur Utama, Velly Murdianto, didampingi oleh Eko Supriyono Direktur Kepatuhan, Agustina Kusumadewi Kepala Divisi Operasional/Literasi & Inklusi/LPPK dan Adima Pusporini, Kadiv Kepatuhan/MR/Program APU-PPT & P3SPM/IPKB/Legal.
Dalam presentasinya di hadapan dewan juri, Bank Madiun menyampaikan fokus strategisnya dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi. Perusahaan ini menegaskan bahwa kunci pertumbuhan perusahaan terletak pada inovasi dan terobosan dalam pengelolaan SDM dengan tujuan utama membangun talenta lokal yang adaptif dan unggul untuk Pertumbuhan Daerah.
Selain itu, strategi SDM Bank Madiun dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan industri perbankan.
Terobosan SDM juga diterapkan oleh Bank Madiun mengacu pada tiga pilar utama yang saling terintegrasi yakni:
1. Talent Acquisition & Citra Perusahaan.
Talent Acquisition merupakan komponen yang terintegrasi dalam terobosan SDM modern, dimana Bank Madiun fokus pada pencarian dan perekrutan talenta terbaik. Selain itu Citra Perusahaan yang
dibangun oleh Bank Madiun memberikan citra positif sebagai tempat kerja yang menarik. Kedua komponen ini berperan penting untuk menarik talenta berkualitas secara berkelanjutan, meningkatkan retensi, dan menciptakan keunggulan kompetitif Perusahaan.
2. Pengembangan Kapabilitas (Learning & Development).
- Pengembangan kapabilitas pada Bank Madiun dengan Model Staf Multi Peran yang artinya mengembangkan kemampuan pegawai secara mendalam di satu bidang inti dan kemampuan luas di berbagai bidang lain.
- Metode pembelajaran (learning) dalam kebaruan pengelolaan SDM yakni dengan microlearning berbasis mobile (aplikasi internal sederhana), salah satunya adalah materi Kepatuhan dan Prosedur. Dalam terobosannya Bank Madiun menerapkan program Job Rotation setiap 1-2 tahun untuk membangun skillset pegawai.
3. Digitalisasi & Manajemen Kerja.
- Bank Madiun telah melakukan transisi dari proses manual ke dalam sistem yang berbasis teknologi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisensi,
produktivitas, dan fleksibilitas kerja melalui penggunaan aplikasi, platform digital, dan cloud storage (Google Drive).
- Sistem berbasis teknologi yang diterapkan oleh Bank Madiun, antara lain:
1. Key Performance Indicator (KPI);
2. E-learning; dan
3. Website Kepatuhan.
- Aplikasi Key Performance Indicator (KPI) yang dibentuk Web Based disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) dan Strategi Perusahaan Bank Madiun.
- Perspektif yang menjadi acuan dalam penilaian Key Performance Indicator (KPI), antara lain:
▪ Perspektif Keuangan;
▪ Perspektif Pelanggan;
▪ Perspektif Proses Bisnis Internal; dan
▪ Proses Pembelajaran dan Pertumbuhan.
- Pembentukkan Key Performance Indicator (KPI) bagi pegawai adalah dasar dimana Perusahaan akan memberikan insentif, melakukan refreshment/mutasi, dan demosi atau down grade.
Sebagai penutup penjurian, Murdianto menyampaikan bahwa, “Di Bank Madiun banyak posisi strategis diisi oleh generasi milenial dan gen Z. Harapannya dengan mengikuti penjurian IHCBA dapat mendorong pemanfaatan teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pengembangan SDM. Para dewan juri juga memiliki latar belakang akademisi sehingga dapat memberikan dan mendorong pemahaman mendalam tentang rasio keuangan. Ditekankan juga bahwa pengelolaan SDM harus memiliki dampak terukur pada kinerja keuangan atau produktivitas perusahaan, yang pada akhirnya tercermin pada rasio keuangan yang baik.” (kiy)


