BusinessUpdate – PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan, pembangunan MRT menuju Tangerang Selatan maupun lintas Lingkar Luar menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) telah menjadi mandat perusahaan.
Penegasan itu disampaikan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dalam Launching Naming Rights di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Rabu (10/12/2025).
Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggarap MRT lintas Utara-Selatan Fase 2A yang menyambungkan rute Bundaran HI sampai Kota. Stasiun Thamrin dan Monas direncanakan mulai beroperasi pada 2027.
Sementara tahun depan, MRT bersiap memulai konstruksi jalur Timur—Barat Fase 1 dari Medan Satria Bekasi sampai Tomang sepanjang 24,5 km. Sementara jalur Lingkar Luar dari Fatmawati sampai Kampung Rambutan masih dalam studi kelayakan atau feasibility study (FS).
“Kami mohon dukungan agar pembangunan ini [Timur—Barat Fase 1] dapat berjalan lancar tanpa hambatan, sebelum kami melanjutkan pembangunan dari Fatmawati ke arah Taman Mini yang nantinya terintegrasi dengan LRT Jabodebek,” ujarnya.
Dalam paparannya, Tuhiyat menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan K-Consortium saat ini dalam proses penajaman FS untuk memperoleh analisa teknis dan pembiayaan yang komprehensif. Proyek yang menembus Jalan TB. Simatupang ini pula akan digarap dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Nantinya, MRT lintas Lingkar Luar ini akan memiliki 10 stasiun bawah tanah dengan panjang 11 kilometer. Rute mulai dari Fatmawati, Antasari, Ampera, Warung Jati, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Rancho, Raya Bogor, Tanah Merdeka, dan berakhir di Kampung Rambutan, direncanakan hanya akan memakan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Di sisi lain, MRT juga melakukan kerja sama kajian trase dengan pihak swasta untuk melanjutkan pengembangan dari Stasiun Lebak Bulus menuju area Tangerang Serpong. “Skema pembiayaannya akan berbeda dengan yang ada sekarang, yaitu melalui kerja sama antara kami, pemerintah, dan badan usaha,” tuturnya.
Meski menjadi mandat, tetapi dua proyek tersebut belum masuk dalam daftar prioritas proyek kereta dalam pemerintahan Prabowo Subianto. Berbeda dengan pembangunan MRT Bundaran HI—Kota dan lintas Timur—Barat Fase 1 yang telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). (rn/jh. Foto: Dok. MRT)


