BusinessUpdate – Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memproyeksikan penyaluran kredit perbankan pada 2026 bakal meningkat 9-11% dibandingkan 2025 sejalan dengan perbaikan makro ekonomi nasional.
Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi, mengatakan kredit di tahun depan diprediksi tumbuh lebih baik berkat aktivitas ekonomi yang lebih kuat di tahun mendatang. Perbaikan pertumbuhan ekonomi biasanya tercermin dari meningkatnya penyaluran kredit perbankan.
“Dan tentunya kalau pertumbuhan ekonomi lebih baik, salah satu parameternya adalah juga kredit perbankan tumbuh. Tapi disini dari kajian kita, kita melihat bahwa kredit perbankan mungkin tumbuh lebih baik dibandingkan 2025, tapi kelihatannya antara angkanya berkisar 9 sampai 11% gitu ya,” ujar Hery saat konferensi pers terkait CEO Forum Economic Outlook 2026, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).
Kinerja perbankan nasional sepanjang tahun ini memang menunjukkan perlambatan. Sejumlah indikator memperlihatkan target pertumbuhan kredit dan laba semakin sulit tercapai, bahkan diperkirakan tidak akan menyamai capaian tahun lalu.
Data Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan per Oktober 2025 hanya 7,36% secara tahunan. Angka ini jauh dari harapan pertumbuhan dua digit. Kondisi serupa terlihat pada sepuluh bank terbesar. Hanya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang mampu mencatat kenaikan pembiayaan di atas 10 persen, masing-masing 11,08% dan 13,01%.
Tren perlambatan juga muncul pada profitabilitas. Hanya PT BTN (Persero) Tbk dan PT Bank Danamon yang mencatat pertumbuhan laba dua digit, yakni 13,73% dan 10,53%. Beberapa bank besar justru mengalami penurunan. Laba PT Bank Mandiri (Persero) Tbk turun 9,7%, sementara PT BNI (Persero) Tbk merosot 6,35% pada periode Januari-Oktober 2025.
Sejumlah analis memperkirakan pertumbuhan kredit hanya berada di level satu digit. Namun, Hery menilai proyeksi yang mengarah ke batas atas single digit hingga mendekati double digit.
Ia menjelaskan kondisi perbankan saat ini berada dalam posisi yang relatif kuat. Pada September 2025, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan tercatat sekitar 26%, menunjukkan kapasitas yang besar untuk ekspansi. Di sisi lain, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) berada di rentang 2,2-2,4%.
Kinerja tersebut menandakan sektor perbankan terus membaik, meski pertumbuhan kredit masih bersifat moderat. Ia berharap percepatan kredit dapat terlihat mulai tahun depan, terutama jika pemerintah menggelontorkan kebijakan fiskal dan moneter yang lebih ekspansif, termasuk dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). (pa/jh)


