HomeLIFESTYLETravelsPengunjung Gunung Papandayan Terus Meningkat

Pengunjung Gunung Papandayan Terus Meningkat

BusinessUpdate – Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus didatangi ribuan wisatawan dari berbagai daerah pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Mereka ingin menikmati pemandangan kawah bekas letusan gunung dan berkemah.

“Untuk per hari mungkin di hari ini di atas angka dua ribuan,” kata Manajer Operasional TWA Gunung Papandayan Aminta Kaban di kawasan Gunung Papandayan, Garut, Sabtu (27/12/2025). Menurutnya, sejak Rabu (24/12), sudah terjadi peningkatan kunjungan dibandingkan hari biasanya di bawah seribu orang ke destinasi wisata TWA Gunung Papandayan.

Pengunjung yang datang dari berbagai daerah seperti Jakarta dan kota sekitarnya, kemudian Bandung termasuk wisatawan lokal dari Garut untuk tujuan mengunjungi kawasan kawah, hutan mati maupun berkemah, kolam renang air hangat alami dan fasilitas lainnya.

“Memang sudah ada peningkatan untuk kunjungan, walaupun ada peningkatan tapi belum signifikan seperti tahun kemarin,” katanya. Peningkatan kunjungan diperkirakan akan masih terus terjadi selama musim libur akhir tahun atau sampai pergantian tahun.

Terkait tarif, Aminta menegaskan harga tiket masuk dan parkir masih normal. Tarif tersebut mengikuti ketentuan resmi dan berada dalam pengelolaan PNBP. “Penyesuaian tarif tidak bisa dilakukan sepihak tanpa izin instansi berwenang. Kebijakan tarif bukan kewenangan PT AIL selaku pengelola kawasan,” katanya.

Gunung Papandayan merupakan gunung api aktif di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut. Papandayan dikenal memiliki sejumlah kawah aktif, termasuk Kawah Mas dan Kawah Baru. Aktivitas vulkanik masih terpantau dengan keluarnya gas belerang di beberapa titik.

Kawasan ini juga memiliki Hutan Mati yang terbentuk akibat letusan besar tahun 2002. Area tersebut kini menjadi daya tarik wisata alam dan fotografi. Selain itu, Papandayan memiliki padang edelweiss dan jalur pendakian ramah wisatawan. Karakter jalur relatif landai sehingga cocok untuk pendaki pemula dan keluarga.

Ia menambahkan, pelayanan wisata dibuka selama dua puluh empat jam penuh. Pengelola berupaya memastikan keamanan dan kenyamanan selama libur Nataru. Pengelola wisata sudah menyiapkan petugas keamanan tambahan mulai dari gerbang, area parkir kendaraan, sampai di jalur pendakian maupun tempat perkemahan.

Destinasi wisata alam tersebut mendapatkan pengamanan khusus dari kepolisian dan unsur TNI maupun instansi lainnya dari pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama libur akhir tahun. (pa/jh. Foto: Dok. RRI)

Must Read