BusinessUpdate – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mencatat 5,15 juta penumpang melakukan pelayaran dengan kapal Pelni di seluruh rute sepanjang 2025. Angka tersebut naik tipis dibanding tahun lalu sebesar 5,09 juta penumpang.
“Jumlah penumpang keseluruhan mencapai lebih dari 5,1 juta orang pada tahun 2025, mencerminkan bahwa layanan Pelni terus dibutuhkan oleh masyarakat untuk mobilitas antarpulau,” kata Direktur Utama Pelni Tri Andayani dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).
Dari total jumlah penumpang tahun 2025 itu, sebanyak 4,47 juta menggunakan kapal penumpang. Sementara untuk kapal perintis, PELNI melayani 681.162 penumpang.
Adapun, peran Pelni dalam mendukung pemerataan akses transportasi, khususnya di wilayah tengah dan timur Indonesia, tecermin dari sebaran penumpang sepanjang 2025. Wilayah tengah mendominasi dengan 47,2% atau 2,1 juta penumpang, diikuti wilayah timur sebesar 29,4% atau 1,3 juta penumpang.
Capaian tersebut menegaskan kontribusi Pelni dalam menghubungkan daerah 3TP, sekaligus memperkuat peran Perusahaan dalam menjaga konektivitas Nusantara. “Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan guna menyediakan transportasi laut yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat,” ungkapnya.
Anda, sapaan akrab Tri Andayani, mengatakan PELNI akan terus mendukung konektivitas antarpulau, pemerataan akses wilayah terpencil, serta berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Adapun beberapa ruas terpadat, diantaranya Belawan – Batam (131.369 Penumpang), Batam – Belawan (124.143 Penumpang), Makassar – Bau-Bau (81.818 Penumpang), Bau-Bau – Makassar (71.192 Penumpang), serta Batam – Tg. Priok (56.405 Penumpang).
Sementara itu, pelabuhan keberangkatan terpadat diantaranya, Makassar (382.982 Penumpang), Ambon (290.242 Penumpang), Bau-Bau (263.297 Penumpang), Surabaya (226.257 Penumpang), dan Tanjung Priok (207.631 Penumpang).
Untuk pelabuhan kedatangan terpadat, yakni Makassar (385.457 Penumpang), Ambon (284.174 Penumpang), Bau-Bau (260.539 Penumpang), Surabaya (252.311 Penumpang), dan Tanjung Priok (214.857). (rn/jh. Foto: Dok. PELNI)


