BusinessUpdate – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan Waduk Cilangkap Giri Kencana sebagai salah satu langkah antisipasi banjir di ibu kota.
Pramono menekankan, penanganan banjir menjadi salah satu prioritas utamanya sejak awal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pembangunan waduk-waduk baru, termasuk Cilangkap Giri Kencana, merupakan langkah konkret untuk mengurangi genangan di kawasan rawan.
“Di awal saya menjadi Gubernur, salah satu perhatian utama adalah banjir, dan sekarang ini, ada yang seperti ini (waduk), kurang lebih delapan kita bangun di seluruh wilayah Jakarta, karena ini betul-betul secara langsung mengatasi persoalan genangan air yang ada di tempat-tempat seperti ini,” ujar Pramono saat meresmikan Waduk Cilangkap Giri Kencana di Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).
Saat peresmian, ia meminta kepada Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta agar mengubah nama waduk tersebut menjadi “Waduk Batu Licin” karena Batu Licin merupakan legenda dari daerah setempat. Ia pun meminta supaya waduk itu dikembalikan kepada historisnya.
Saat meninjau waduk tersebut, Pramono mengaku mendapatkan testimoni dari warga setempat bahwa kini sudah tidak terjadi genangan atau banjir saat turun hujan.
“Yang dulu, kalau hujan seperti ini, pasti genangannya di mana-mana. Sekarang, dengan kapasitas waduk yang mencapai 92.000 m², kedalamannya 6 meter (sudah tidak ada genangan),” jelas Pramono.
Waduk tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas olahraga, yakni jogging track dan lapangan basket. Kemudian, tersedia juga mushala di area waduk itu.
“Ini berdampak sangat positif bagi masyarakat. Apalagi ini di tempat yang padat penduduk sehingga saya mengharapkan mudah-mudahan yang lainnya, ada tujuh (titik) lagi, saya segera bisa resmikan supaya bisa termanfaatkan,” ungkap Pramono.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta yang telah sigap memonitor curah hujan sekaligus mengantisipasi banjir rob. “Alhamdulillah, sampai hari ini kalau toh ada genangan, 1 jam sampai 1,5 jam genangan itu bisa kita pompa dan kita turunkan (banjirnya),” tutup Pramono. (ps/jh. Foto: Dok. Antara)


