HomeLIFESTYLETravelsMalaysia Kembali Menjadi Destinasi Terpopuler di Asia Tenggara

Malaysia Kembali Menjadi Destinasi Terpopuler di Asia Tenggara

BusinessUpdate – Malaysia kembali menjadi destinasi pariwisata terpopuler di Asia Tenggara (ASEAN) pada 2025, mengalahkan Thailand untuk dua tahun berturut-turut. Keunggulan itu didukung oleh kebijakan visa yang lebih fleksibel serta percepatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur pariwisata.

Berdasarkan data Tourism Malaysia di bawah Kementerian Pariwisata, Seni dan Kebudayaan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 38,3 juta orang sepanjang 11 bulan pertama 2025. Angka tersebut telah melampaui total kedatangan wisatawan asing sepanjang tahun 2024.

Sedangkan, Thailand mencatatkan 32,9 juta kedatangan internasional sepanjang 2025, turun sekitar 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kasus penculikan, gempa bumi besar, ketegangan perbatasan dengan Kamboja, hingga banjir parah.

Di saat sejumlah negara kawasan mengalami perlambatan, Malaysia justru muncul sebagai motor kebangkitan pariwisata Asia Tenggara. Menurut laporan VN Ekspress, Minggu (11/1/2026), Pemerintah Malaysia pada Mei 2025 memutuskan memperpanjang kebijakan bebas visa bagi wisatawan asal China untuk lima tahun ke depan.

Kebijakan ini juga membuka opsi perpanjangan lima tahun tambahan dan dinilai menjadi pendorong signifikan meningkatnya arus kunjungan wisatawan. Kebijakan yang pertama kali diterapkan pada Desember 2023 dan berlaku hingga 2026 itu mempermudah arus wisatawan sekaligus meningkatkan daya tarik Malaysia di pasar internasional.

Tak hanya mengandalkan relaksasi visa, pemerintah juga gencar memperluas jaringan penerbangan internasional dan memperkuat infrastruktur penunjang pariwisata. Sebagaimana dilaporkan Tour and World Travel, Rabu (14/1/2026), peningkatan kapasitas serta kualitas layanan Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur menjadi bagian dari strategi besar untuk memperbaiki konektivitas dan pengalaman pelancong.

Serangkaian kebijakan tersebut menempatkan Malaysia pada posisi strategis untuk terus mempertahankan dominasinya sebagai destinasi pariwisata unggulan di Asia Tenggara. Dengan dukungan pemerintah yang konsisten, prospek pertumbuhan sektor pariwisata Malaysia dipandang tetap cerah dalam beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, Indonesia menunjukkan pemulihan yang konsisten dan terukur. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren positif kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Sepanjang periode Januari hingga November 2025, total kedatangan wisman secara kumulatif mencapai 13,98 juta kunjungan.

Capaian tersebut meningkat 10,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan proses pemulihan sektor pariwisata nasional terus berlangsung secara stabil dan berkelanjutan. Indonesia berada pada fase pemulihan yang solid, namun masih memiliki ruang besar untuk mempercepat langkah agar mampu sejajar dengan para pemimpin pariwisata di kawasan. (pa/jh. Foto: Dok. Detik)

Must Read