BusinessUpdate – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) menyalurkan bantuan berupa 300 paket sembako kepada korban banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Kecamatan Karawang Barat, yang selanjutnya didistribusikan oleh BPBD kepada warga yang membutuhkan.
Penanggung Jawab Operational Corporate Branding PERURI Eva Farida, mengatakan pemberian bantuan ini juga untuk mendukung upaya penanggulangan bencana serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
“Di tengah situasi bencana ini, prioritas utama kami adalah membantu memenuhi kebutuhan dasar warga secepat mungkin,” kata Eva dalam keterangan resmi, Rabu (21/1/2026).
Melalui program TJSL, perusahaan berkomitmen untuk hadir dalam penguatan resiliensi sosial dan mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat. Hal itu sejalan dengan arah transformasi PERURI untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami menyadari bahwa tidak ada bantuan yang bisa menggantikan kenyamanan rumah yang terdampak banjir. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kekuatan bagi para warga terdampak di situasi yang sulit ini,” tuturnya.
Bencana banjir melanda wilayah Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyusul jebolnya tanggul Sungai Kalimalang di daerah tersebut, Jumat (16/1/2026).
Data sementara mencatat sebanyak 854 Kepala Keluarga (KK) atau 2.562 jiwa terdampak banjir di Karawang. Dari jumlah tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebutkan sebanyak 160 KK atau 470 jiwa mengungsi di Desa Karangligar, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat.
Kementerian Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana banjir. Bantuan didistribusikan melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum. (rn/jh. Foto: Dok. PERURI)


