BusinessUpdate – PT Pupuk Indonesia (Persero) akan mengeluarkan alokasi pupuk untuk 2023 pada Desember nanti untuk memenuhi kebutuhan pupuk domestik.
SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan alokasi pupuk tahun depan dari pemerintah akan dikeluarkan dalam waktu dekat. “Alokasi pupuk domestik tahun depan kemungkinan akan dikeluarkan dalam waktu dekat,” ujar Wijaya kepada Bisnis, Kamis (24/11/2022).
Tahun lalu, perseroan berhasil merealisasikan 9,1 juta ton kebutuhan domestik pupuk bersubsidi untuk jenis urea, NPK, ZA, SP 36, dan organik. Perusahaan memprioritaskan 75%-80% dari produksi tahunannya untuk kebutuhan domestik.
Menurut Wijaya, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi sekitar 13,7 juta ton per tahun dengan realisasi 12,3 juta ton per tahun.
Pada perkembangan lain, Rusia dan China bakal menyetop moratorium ekspor pupuk pasca Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada pertengahan November 2022.
“Sesuai dengan pertemuan KTT G20 kemarin, moratorium ekspor pupuk akan dibuka,” kata Wijaya. Dibukanya moratorium ekspor dari Rusia dan China tersebut menjadi angin segar bagi Indonesia, khususnya untuk mengamankan pasokan pupuk phospate.
Indonesia sangat bergantung kepada pupuk phospate yang merupakan bagian dari pupuk majemuk atau NPK. Selain phospate, pupuk majemuk meliputi urea, kalium (potasium). Untuk jenis urea, pasokannya dapat dipenuhi dari dalam negeri.
Sementara itu, untuk jenis phospate Indonesia belum memproduksi dalam jumlah yang signifikan dan bergantung kepada pemasok besar seperti China dan negara di Timur Tengah, salah satunya Yordania.
Moratorium ekspor pupuk yang dilakukan China sejak tahun lalu mengurangi pasokan pupuk dunia sebesar 20%. Malium atau potasium pun 30% kebutuhan global dipasok dari Rusia dan Belarusia. (jh)


