BusinessUpdate – Pedagang pernak-pernik Imlek di kawasan Glodok Pancoran Chinatown, Jakarta Barat, mulai dipadati pengunjung. Mereka berburu hiasan untuk menyambut tahun baru China.
Beragam pernak-pernik dijual di kawasan tersebut, seperti boneka kucing hoki, bunga hias, lampion hingga aksesori gantungan dengan harga yang bervariasi.
Seorang pedagang hiasan dan pernak-pernik Imlek, Nia (28) menjual berbagai hiasan termasuk boneka kucing serta gantungan hias berbagai ukuran. “Gantungan yang paling murah Rp5.000 sampai yang biasa laku Rp80.000. Kalau boneka kucing itu dari Rp50.000 sampai Rp100.000,” katanya dikutip dari Antara, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, ukuran jadi faktor penentu harga barang-barang yang dijualnya. Tergantung ukurannya juga. Boneka kucing yang kecil Rp50.000 dan yang agak besar Rp100.000. Kalau bentuknya warna emas, yang kecil Rp30.000, yang besarnya Rp300.000.
Selain hiasan dan gantungan, lampion juga menjadi salah satu produk dengan harga relatif tinggi. Lampion khas Imlek berwarna merah dibanderol mulai dari Rp80.000 hingga Rp500.000 tergantung ukuran. “Kalau lampion gantung yang besar bisa dari Rp400.000 sampai Rp500.000,” ujar Nia.
Sementara angpau dan aksesoris bando berwarna merah dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau, yakni mulai dari Rp5.000 hingga Rp35.000.
Di lapak lainnya, Eli (30) menjual hiasan khas Imlek berupa rangkaian bunga. Rangkaian bunga kecil dihargai mulai dari Rp350.000, sedangkan bunga berukuran dua meter bisa mencapai Rp1,3 juta. Eli juga menjual lampion besar seharga Rp1 juta.
Pedagang lainnya, Rian (37) menawarkan paket angpau Rp10.000 untuk tiga lembar serta bunga hias Rp120.000 per dua batang.
Kawasan Glodok Pancoran Chinatown telah dikenal lama sebagai pusat perdagangan ornamen khas Tionghoa setiap menjelang Imlek. Kawasan ini menyediakan perlengkapan sembahyang, pernak-pernik hingga kuliner khas yang menarik warga dari berbagai latar belakang budaya.
Menjelang Imlek seperti saat ini, jam operasional lapak-lapak pedagang pun beragam. Sebagian pedagang membuka lapaknya sejak pukul 08.00 hingga 22.00 WIB, sementara beberapa lainnya memilih berjualan selama 24 jam untuk melayani lonjakan pembeli menjelang hari raya. (rn/jh. Foto: Pemprov DKI)


