BusinessUpdate – Industri jasa keuangan perlu mendorong penyaluran pembiayaan kendaraan listrik yang pada 2040 akan menguasai 57% pasar otomotif.
Mengacu data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pangsa pasar industri otomotif sangat menarik bagi investor domestik ataupun luar negeri karena masih rendahnya rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia. Rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia baru mencapai 99 per 1.000 penduduk sehingga pertumbuhan industri otomotif dalam negeri masih menjanjikan.
Selain itu, prospek cerah juga tercermin dari pertumbuhan kredit kendaraan bermotor (KKB) yang naik 1,7% dalam satu bulan (Juni – Juli 2022). BRIN memprediksi bahwa pada 2040, sebanyak 57% pangsa pasar otomotif akan dikuasai oleh kendaraan bermotor listrik.
Terkait dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, pihaknya memiliki misi untuk mendorong transisi energi baru terbarukan (EBT) melalui kepemilikan kendaraan bermotor listrik.
Ia menambahkan, untuk mendukung upaya pemerintah mencapai nol karbon, OJK dapat melakukan fungsi intermediasi dengan industri jasa keuangan dalam mendorong penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
“Salah satu upaya OJK adalah dengan mengimplementasikan relaksasi kebijakan kepada Industri Jasa Keuangan dalam penyaluran pembiayaan KBLBB” ungkap Dian dalam keterangan tertulis Jumat (25/11/2022). (jh)


