HomeECONOMICD-Hub SEZ Amankan Komitmen Investasi Sebesar Rp1,19 Triliun

D-Hub SEZ Amankan Komitmen Investasi Sebesar Rp1,19 Triliun

BusinessUpdate – Sejak beroperasi dalam dua tahun terakhir Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau yang dikenal dengan “D-Hub SEZ” berhaasil mengamankan komitmen investasi sebesar Rp1,19 triliun.

Daerah ini ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024. Gebrakan ini sekaligus menjawab kegelisahan pemerintah terkait besarnya arus modal keluar (capital outflow) dari sektor kesehatan.

Tercatat, sekitar 2 juta penduduk Indonesia masih memilih berobat ke luar negeri setiap tahunnya dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp180 triliun yang mengalir ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Strategi Penyerapan Modal dan Tenaga Kerja Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty, menjelaskan, kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang menyasar empat sektor utama yakni Kesehatan, Edukasi, Teknologi, dan Industri Kreatif.

Hingga awal 2026, kawasan seluas 60 hektar ini telah menyerap 830 tenaga kerja terampil. “Meskipun secara usia baru ditetapkan sekitar dua tahun lalu oleh pemerintah, namun akselerasi investasi sudah mencapai Rp1,19 triliun. Target jangka panjang kami adalah menarik total investasi hingga Rp18,8 triliun dalam kurun waktu 20 tahun ke depan,” ungkap Lindawaty, Rabu (25/2/2026).

Di sektor pendidikan, KEK ETKI Banten telah berhasil menarik pemain internasional. Monash University asal Australia yang sebelumnya hanya fokus pada jenjang pascasarjana, kini mulai mengekspansi layanannya dengan membuka tiga jurusan untuk jenjang Sarjana (S1).

Selain itu, Binus ASO Engineering tengah merampungkan pembangunan kampus di atas lahan satu hektar yang ditargetkan beroperasi penuh pada September 2026.

Di sektor kesehatan, gedung Biomedical Campus dan Medical Suites kini memasuki tahap akhir penyelesaian (fitting out). “Saat ini sudah ada lebih dari 10 pelopor usaha kesehatan yang masuk. Kami juga sedang dalam tahap finalisasi untuk membawa rumah sakit berskala internasional ke dalam kawasan ini,” tambahnya.

Sebagai KEK ke-23 dari 25 kawasan yang ada di Indonesia, ETKI Banten menawarkan paket insentif yang sangat kompetitif bagi pelaku usaha global. Salah satu daya tarik utamanya adalah Tax Holiday berupa pembebasan PPh Badan hingga 20 tahun untuk nilai investasi tertentu, serta pembebasan PPN untuk barang modal.

Selain insentif fiskal, beberapa kemudahan non-fiskal yang menjadi faktor penentu bagi investor asing. Pertama adalah, asing diperbolehkan memiliki modal hingga 100%. Kedua, kemudahan impor obat dan alat kesehatan yang telah memiliki persetujuan FDA negara asal, serta izin praktik bagi dokter spesialis asing berpengalaman di atas 5 tahun.

Ketiga, layanan One Stop Services melalui administrator KEK yang berada langsung di lokasi, memangkas birokrasi perizinan dari tingkat daerah hingga pusat. Berlokasi di pusat CBD BSD City, KEK ETKI Banten menempati lahan premium. Lokasinya hanya berjarak 30 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan dukungan empat akses tol dan lima stasiun kereta api.

Kawasan ini dikelilingi oleh ekosistem hunian yang sudah matang dengan populasi mencapai 500.000 jiwa di BSD City dan potensi pasar hingga 31 juta jiwa di wilayah Jabodetabek.

Lindawaty optimistis bahwa infrastruktur cerdas yang sudah tersedia di BSD City akan memberikan keyakinan lebih bagi mitra internasional.

“Konektivitas adalah poin kunci. Kami tidak hanya menawarkan lokasi di mana bisnis berada, tapi bagaimana bisnis tersebut dapat dijangkau oleh pasar global. Dengan infrastruktur integrated smart city, kami siap memberikan fasilitas kelas dunia bagi para investor,” tutup Lindawati. (pa/jh. Foto: Dok. Sinar Mas)

Must Read