HomeEVENTBPR BKK Purwodadi Perluas Dampak Sosial Lewat Empat Pilar CSR

BPR BKK Purwodadi Perluas Dampak Sosial Lewat Empat Pilar CSR


BusinessUpdate – PT BPR BKK Purwodadi (Perseroda) secara nyata terus memperluas kebermanfaatan bagi masyarakat melalui pemaparan program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulannya dalam wawancara penjurian Indonesia CSR Brilliance Awards (ICBA) 2026, Senin (25/05/2026).

‎Dalam sesi presentasi yang berlangsung interaktif tersebut, jajaran manajemen Bank BKK Purwodadi yang hadir di antaranya Moh. Arwan Hamidi selaku Direktur Operasional dan Septa Puspitasari selaku Manager SDM dan Hukum serta Nurjanah Ikasari selaku SPV Umum.

‎Arwan menjelaskan bahwa efektivitas program CSR perusahaan didasarkan pada pendekatan yang terstruktur serta keseimbangan antara tujuan sosial, lingkungan, dan ekonomi.

‎”Pembuatan perencanaan ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang yang sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” ucap Arwan.

‎Secara spesifik, program CSR di Bank BKK Purwodadi disusun berdasarkan empat pilar utama:
‎‎1. Inisiatif Perusahaan
‎Berorientasi pada hasil pemetaan sosial masyarakat sekitar.
‎2. Permintaan Calon Penerima CSR
‎3.Kesesuaian Program Pemerintah. Hal ini menyelaraskan tindakan dengan agenda pembangunan daerah dan nasional.
‎4. Kondisi Tanggap Darurat/Bencana Respons cepat terhadap situasi kontinjensi, seperti aksi nyata program “BKK Peduli Bencana Banjir” dan penyaluran bantuan sembako bagi Rumah Makan Rakyat di Kabupaten Grobogan.

‎Dengan adanya pilar tersebut, Bank BKK Purwodadi menetapkan berbagai tujuan strategis meliputi memberikan manfaat sosial, mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan, meningkatkan akses dan inklusi keuangan, menjaga mutu lingkungan kerja, menekan ketimpangan sosial-ekonomi, serta mematuhi regulasi dan standar etika yang berlaku.

‎Usai pemaparan materi, Arwan menyampaikan dalam penjurian ini seluruh jajaran dewan juri termasuk Aries Muftie, Haryono Soeparno, Aloysius Kiik Ro, dan Djoharsjah telah memberikan banyak masukan yang membangun.

‎Arwan juga menyoroti insight berharga dari Aries Muftie terkait pengembangan program CSR serta masukan dari Haryono Soeparno yang akan dijadikan acuan penting bagi BKK Purwodadi untuk terus berinovasi di masa depan.

‎”Kemudian untuk penjurian ini, alhamdulillah berjalan lancar dari awal sampai akhir. Saya rasa tidak ada kekurangan, mungkin hanya koneksi tadi yang sempat terputus-putus,” ucap Arwan.

‎Sesi penjurian ini ditutup oleh Arwan dengan menyampaikan bentuk evaluasi dan masukan untuk penyelenggaraan ke depan. Arwan mengharapkan adanya indikator rincian baku yang jelas mengenai poin-poin apa saja yang wajib dipaparkan di dalam bahan presentasi peserta.

‎Hal tersebut karena dinilai penting agar perusahaan peserta memiliki gambaran yang utuh tentang aspek apa saja yang perlu diungkapkan, sekaligus menjadi bahan refleksi internal mengenai program yang belum berjalan maksimal agar dapat ditingkatkan secara berkelanjutan. (kiy)

Must Read