BusinessUpdate – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mendapatlan tiga penghargaan di ajang Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 atas sistem proteksi kebakaran.
Ketiga penghargaan tersebut adalah Fire Safety Excellence Award–High Security Manufacturing Sector, Innovation in Fire Safety Technology Award, serta Safe Building Management & Fire Protection System Award.
Direktur SDM, Teknologi dan Informasi Peruri Gandung Anggoro Murdani mengatakan sebagai perusahaan yang mengemban mandat strategis negara, Peruri tidak hanya dituntut menjaga keandalan operasional, tetapi juga memastikan setiap proses berjalan dengan standar keselamatan tertinggi.
“Karena itu kami terus memperkuat sistem pencegahan dan perlindungan kebakaran, meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat, serta menanamkan budaya keselamatan sebagai bagian dari nilai kerja seluruh insan Peruri,” kata Gandung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Menurut gandung, pihaknya mengintegrasikan sistem perlindungan kebakaran dengan pengelolaan operasional industri sekuriti yang menuntut standar keamanan, keandalan dan keberlangsungan operasional yang tinggi.
Peruri menegaskan bahwa perlindungan ini dibangun secara menyeluruh dari level kebijakan hingga implementasi teknis di lapangan. Infrastruktur proteksi kebakaran aktif dan pasif yang telah dibangun perusahaan di antaranya 5 unit pompa hydrant, 108 unit hydrant pillar, 154 sistem hydrant gedung, serta 2.871 unit sprinkler head.
Kemudian, 2 unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 3.000 dan 10.000 liter, 859 unit APAR, serta ribuan detektor asap dan panas yang terintegrasi.
Perusahaan juga memastikan jalur evakuasi dengan menyediakan 117 pintu darurat yang terhubung langsung dengan jalur evakuasi dan titik kumpul di setiap gedung. Gandung memastikan seluruh sistem siap pakai melalui pemeliharaan rutin dan pengujian berkala.
Dari sisi sumber daya manusia, Peruri mengembangkan Emergency Response Plan (ERP) yang mencakup tahap kesiapsiagaan, mitigasi, respons, hingga pemulihan secara sistematis. (ip/jh. Foto: Dok. Peruri)


