HomeECONOMICPemerintah Rekrut Ribuan Tenaga Kerja untuk Operasional Tambang Udang di Waingapu NTT

Pemerintah Rekrut Ribuan Tenaga Kerja untuk Operasional Tambang Udang di Waingapu NTT

BusinessUpdate – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan ribuan tenaga kerja guna mendukung pembangunan hingga operasional kawasan tambak udang terpadu seluas 1.361 hektar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb. Haeru Rahayu, mengatakan kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama keberhasilan proyek strategis tersebut.

“Penyiapan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan budidaya udang terintegrasi di Waingapu ini menjadi komponen yang sangat penting,” ujar Haeru, di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Kebutuhan tenaga kerja mencakup seluruh rantai kegiatan, mulai dari tahap konstruksi, sektor hulu, operasional tambak (on-farm), hingga sektor hilir dan kawasan pendukung.

Untuk operasional tambak, KKP telah membagi kebutuhan tenaga kerja dalam lima level, mulai dari manajemen hingga tenaga teknis dasar. Level tertinggi ditempati oleh general manager, diikuti manajer dan supervisor pada berbagai bidang seperti intake, stasiun pompa, pembesaran, hingga instalasi pengolahan limbah (IPAL). Sementara itu, level teknis mencakup operator, teknisi mesin dan listrik, hingga petugas laboratorium kesehatan ikan.

“Di level 4 diperlukan tenaga kerja dengan pengalaman minimal dua tahun, sedangkan level 5 tidak mensyaratkan pengalaman, sehingga menjadi peluang besar bagi masyarakat lokal,” jelasnya.

Pada level 5, kebutuhan tenaga kerja meliputi operator anak kolam, asisten mesin dan listrik, serta tenaga panen parsial, dengan latar belakang pendidikan minimal SMA/SMK atau sederajat.

KKP mencatat tingginya minat masyarakat terhadap proyek ini. Sebanyak 4.414 orang telah mendaftar, dengan 2.335 orang di antaranya telah melengkapi persyaratan administrasi. “Ini menunjukkan animo masyarakat lokal sangat tinggi untuk terlibat dan berkontribusi dalam pembangunan tambak udang di Sumba Timur,” kata Haeru.

Ia menambahkan, rekrutmen difokuskan bagi masyarakat di wilayah Sumba dan NTT, khususnya Kabupaten Sumba Timur. Proses pendaftaran dibuka hingga April 2026, dilanjutkan dengan seleksi administrasi, tes kesehatan, wawancara, dan psikotes. Pengumuman akhir tenaga kerja terpilih dijadwalkan pada pertengahan Juli 2026.

Selanjutnya, para peserta akan mengikuti pelatihan intensif, termasuk program pembekalan dasar melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan. “Kami akan melakukan pembekalan awal untuk menyamakan pola pikir dan kesiapan kerja, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknis sesuai bidang masing-masing,” ujarnya.

KKP juga akan memanfaatkan fasilitas pendidikan dan pelatihan yang dimiliki, seperti politeknik dan balai pelatihan, untuk memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang memadai.

“Tidak hanya satuan pendidikan, bisa jadi di balai-balai pelatihan di KKP. Karena saya kira dengan jumlah orang sampai 3.000 orang tersebut, ini perlu memanfaatkan seluruh resources, fasilitas, sarana-prasarana yang ada di KKP,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. KKP)

Must Read