BusinessUpdate – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih senilai Rp2,93 triliun pada 2025, menurun 43% secara tahunan (yoy) dibandingkan 2024 sebesar Rp5,10 triliun.
“Di tengah tekanan harga batu bara global sepanjang 2025, PTBA tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid,” ujar Direktur Utama PTBA Arsal Ismail dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Arsal memastikan perseroan mencatatkan perbaikan profitabilitas secara kuartalan, didorong oleh optimalisasi portofolio pasar ekspor dan peningkatan efisiensi biaya.
“Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif. Selain itu, realisasi belanja modal yang optimal menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan, serta pertumbuhan kinerja operasional ke depan,” tambahnya.
Sepanjang 2025, perseroan mencatatkan pendapatan usaha Rp42,65 triliun, atau cenderung stabil dibandingkan senilai Rp42,76 triliun pada 2024.
Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan tercatat senilai Rp36,39 triliun pada 2025, naik 5% yoy dibandingkan senilai Rp34,56 triliun pada 2024. Adapun, EBITDA perseroan tercatat senilai Rp6,08 triliun per akhir 2025, dengan EBITDA margin di level 14%.
“Terkait dengan ketercapaian capital expenditure (capex), pada tahun buku 2025 sudah terealisasi sebesar 63% dari target tahunan atau sebesar Rp4,55 triliun,” ungkapnya.
Sepanjang 2025, PTBA mencatatkan volume produksi batu bara sebanyak 47.188.605 ton, atau tumbuh 9% yoy dibandingkan sebanyak 43.282.429 ton pada 2024.
Sementara itu, volume penjualan batu bara tercatat sebanyak 45.428.081 ton, atau tumbuh 6% yoy dibandingkan sebanyak 42.890.977 ton pada tahun 2024. Adapun, rinciannya sebanyak 24.742.790 ton merupakan volume penjualan domestik, sementara sebanyak 20.685.291 ton merupakan volume penjualan ekspor.
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan tercatat senilai Rp43,91 triliun atau tumbuh 5% yoy dibandingkan senilai Rp41,78 triliun pada tahun 2024. Sedangkan, total liabilitas tercatat senilai Rp21,30 triliun, sedangkan ekuitas tercatat senilai Rp22,61 triliun pada 2024. (ip/jh. Foto: Dok. PTBA)


