HomeFINANCEInsuranceAskrindo Syariah Bukukan Laba Rp163,18 Miliar Sepanjang 2025

Askrindo Syariah Bukukan Laba Rp163,18 Miliar Sepanjang 2025

BusinessUpdate – PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih Rp163,18 miliar, meningkat 19,3% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp136,79 miliar.

Merujuk laporan keuangan Askrindo Syariah yang dipublikasikan Senin (13/4/2026), pendapatan kafalah tercatat sebesar Rp538,93 miliar, melonjak 23,4% dari Rp436,60 miliar dari 2024. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan imbal jasa kafalah bruto yang mencapai Rp834,07 miliar atau tumbuh 1,6% dari Rp820,65 miliar.

Di sisi beban, jumlah beban kafalah meningkat menjadi Rp332,35 miliar dari Rp239,93 miliar atau naik sekitar 38,5%, yang mencerminkan kenaikan beban klaim, komisi, serta cadangan teknis. Meski beban meningkat, pendapatan kafalah bersih tetap tumbuh 5,0% menjadi Rp206,58 miliar dari Rp196,67 miliar pada 2024.

Setelah dikurangi beban usaha dan beban lainnya, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp185,96 miliar, naik 15,8% dibandingkan Rp160,57 miliar pada tahun sebelumnya. Beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp22,78 miliar, sehingga laba bersih tahun berjalan mencapai Rp163,18 miliar.

Selain itu, penghasilan komprehensif lain tercatat sebesar Rp30,82 miliar, berbalik positif dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan negatif Rp6,01 miliar. Dengan demikian, total penghasilan komprehensif tahun berjalan melonjak 48,3% menjadi Rp194,01 miliar dari Rp130,79 miliar.

Dari sisi ekuitas, saldo akhir per 31 Desember 2025 mencapai Rp1,17 triliun, meningkat dari Rp996,56 miliar pada akhir 2024, didorong oleh akumulasi laba dan kenaikan nilai wajar instrumen keuangan.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan tumbuh 9,7% menjadi Rp3,27 triliun pada 2025, dari Rp2,99 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi pada portofolio investasi yang meningkat signifikan.

Investasi tercatat sebesar Rp2,38 triliun atau naik 16,5% dibandingkan Rp2,04 triliun pada 2024. Sementara itu, kas dan bank relatif stabil di Rp23,87 miliar. Di sisi lain, aset penjaminan ulang mengalami penurunan sebesar 5,2% menjadi Rp647,00 miliar dari Rp682,33 miliar.

Dari sisi liabilitas, total kewajiban meningkat 6,1% menjadi Rp2,11 triliun dari Rp1,99 triliun pada 2024. Kenaikan ini terutama dipicu oleh peningkatan cadangan teknis dan kewajiban penjaminan.

Sejalan dengan itu, ekuitas perusahaan milik Askrindo ini tumbuh lebih tinggi, yakni 17,2% menjadi Rp1,17 triliun dibandingkan Rp996,56 miliar pada tahun sebelumnya, mencerminkan penguatan struktur permodalan. (pa/jh)

Must Read