BusinessUpdate – Tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas mendorong kinerja positif pembiayaan emas pada PT Bank Mega Syariah. Pembiayaan emas di perseroan hingga Maret 2026 melonjak lebih dari 756% dibandingkan posisi Desember 2025.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengungkapkan minat masyarakat terhadap produk pembiayaan emas yang disebut Flexi Gold tercatat cukup tinggi di Jabodetabek dan kota-kota besar di Jawa dan Sumatera.
“Melalui Flexi Gold, kami ingin membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap. Dengan cicilan ringan dan terjangkau, nasabah dapat membangun portofolio investasi jangka panjang secara disiplin sekaligus memanfaatkan momentum penguatan harga emas,” kata Benadicto dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (26/4/2026).
Jakarta mendominasi pasar dengan kontribusi terbesar mencapai 41,79% dari total nilai booking nasional, disusul oleh Tangerang yang mencatatkan proporsi signifikan sebesar 14,08% dan Palembang di posisi ketiga dengan andil sebesar 7,15%.
Selain tiga kota utama tersebut, pembiayaan ini juga diminati masyarakat di berbagai kota lainnya seperti Bandung, Semarang, Depok, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, serta Medan dan sekitarnya, yang secara akumulatif mencakup 36,98% dari total portofolio pembiayaan emas perusahaan.
Benadicto memandang bahwa profil investasi emas saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Menurutnya, emas memiliki karakteristik unggul sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.
Dalam situasi ketidakseimbangan ekonomi global mulai dari tekanan inflasi hingga volatilitas pasar keuangan emas cenderung mampu mempertahankan daya beli dan memberikan stabilitas nilai aset.
“Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas semakin dipandang sebagai alat proteksi nilai. Kami melihat adanya pergeseran perilaku investor, di mana emas kini menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap,” jelasnya.
Benadicto menambahkan bahwa emas juga dikenal sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil. Hal ini berbeda dengan instrumen berisiko tinggi yang sensitif terhadap sentimen pasar, emas memiliki kecenderungan nilai yang meningkat dalam jangka panjang, sehingga cocok untuk perencanaan keuangan masa depan.
Bank Mega Syariah pun mengungkapkan optimistismenya bahwa tren investasi emas akan terus meningkat, seiring dengan dinamika global serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi dan perlindungan nilai aset.
Sebagai informasi, produk pembiayaan emas Flexi Gold memungkinkan nasabah untuk dapat memiliki emas logam mulia 24 karat secara bertahap, dengan pilihan tenor pembiayaan mulai dari satu hingga lima tahun serta pilihan gramasi yang beragam mulai dari 5 gram hingga 100 gram.
Flexi Gold disusun sesuai dengan prinsip syariah dan mendapatkan persetujuan Dewan Pengawas Syariah, dengan mengacu pada sejumlah fatwa Majelis Ulama Indonesia terkait jual beli emas, pembiayaan berbasis rahn, serta akad murabahah. (pa/jh. Foto: Dok.


