BusinessUpdate – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyatakan sejumlah ajang motorsport yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), dapat meningkatkan okupansi hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Event motorsport yang di gelar di Sirkuit Mandalika ikut menyumbang dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” kata Direktur Operasi ITDC Troy Warokka di Lombok Tengah, Sabtu (9/5/2026).
Ia mengatakan pada ajang GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika, tercatat 12.522 pengunjung hadir untuk menyaksikan langsung deru mobil-mobil grand tourer, yang berpacu di lintasan sirkuit. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang berada di kisaran 9.000 pengunjung.
“Berdasarkan data dari sejumlah hotel di kawasan The Mandalika dan sekitarnya, tingkat okupansi selama periode 1–3 Mei 2026 mencapai rata-rata 86,6%,” lanjutnya.
Tingginya okupansi itu memperlihatkan kontribusi ajang internasional terhadap perekonomian masyarakat lokal, seperti kuliner, transportasi, hingga akomodasi.
Keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 adalah bukti bahwa KEK Mandalika terus berkembang sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia, yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan daerah tersebut.
“Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 bukan hanya menghadirkan ajang balap internasional, tapi juga memberikan multiplier effect bagi kawasan dan masyarakat sekitar,” katanya.
Ia mengatakan tingginya animo masyarakat selama acara pun menunjukkan bahwa The Mandalika semakin kuat sebagai destinasi sportainment unggulan Indonesia yang mampu menghadirkan pengalaman motorsport kelas dunia.
“Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat The Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandi Satria mengatakan ajang balap mobil GT World Challenge Asia 2026 melibatkan 402 tenaga kerja lokal dari Nusa Tenggara Barat di berbagai aspek operasional. “Mulai dari tenaga pendukung, marshal, race control, hingga tim medis,” katanya.
Ia mengatakan sebanyak 250 masyarakat lokal juga berpartisipasi dalam acara pembukaan yang mengangkat unsur budaya dan semangat sportainment khas The Mandalika.
Partisipasi ekonomi masyarakat turut terlihat melalui kehadiran 17 pelaku UMKM di kawasan sirkuit yang menyediakan berbagai produk dan kuliner selama balapan berlangsung bagi pengunjung.
“Atmosfer balapan yang kompetitif menjadi bukti bahwa The Mandalika terus berkembang sebagai destinasi unggulan untuk penyelenggaraan event motorsport internasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di peta sport tourism dunia,” katanya. (rn/jh. Foto: Dok. The Mandalika GP)


