BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama layanan penyeberangan dengan memperkuat standar operasional, pengawasan, dan kesiapan armada di tengah tingginya mobilitas masyarakat nasional.
“Di tengah kompleksitas operasional dan tingginya mobilitas nasional, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan,” kata Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 melalui kegiatan puncak ASDP Charity Run yang digelar di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Minggu (10/5/2026)
Menurut Heru, sepanjang 2025, ASDP masih menghadapi sejumlah insiden pelayaran, mulai dari kecelakaan, kapal kandas, hingga tabrakan kapal. Namun demikian, perusahaan berhasil menjaga tingkat kecelakaan kapal pada angka 0,220%, lebih baik dibanding target perusahaan sebesar 0,230%, dengan total lima kecelakaan kapal sepanjang tahun.
Heru menegaskan keselamatan harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses operasional perusahaan. “Keselamatan tidak boleh dianggap selesai. Ini harus menjadi kesadaran kolektif dan prioritas utama dalam setiap lini pelayanan dan operasional kita,” tuturnya.
Momentum HUT tahun ini menjadi refleksi perjalanan ASDP dalam menghadapi tantangan industri transportasi penyeberangan yang semakin dinamis. “Tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan kebersamaan, kegiatan ini merefleksikan komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan layanan transportasi nasional,” katanya.
Melalui HUT ke-53 ini, ASDP berkomitmen terus memperkuat semangat tidak hanya hadir menghubungkan antarpulau, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Oleh karena itu dana kegiatan Charity Run dialokasikan untuk berbagai program sosial dan lingkungan, di antaranya bantuan life jacket guna mendukung keselamatan pelayaran, bantuan bagi panti asuhan, hingga penanaman mangrove sebagai upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Di sisi lain, ASDP terus memperkuat perannya sebagai penghubung wilayah nusantara, khususnya daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP). Hingga akhir 2025, layanan penyeberangan perintis ASDP mencatat lebih dari 93 ribu trip atau tumbuh 11% dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target perusahaan.
Angkutan kendaraan juga meningkat 15% menjadi lebih dari 556 ribu unit. Capaian tersebut menegaskan peran strategis ASDP bukan hanya sebagai operator transportasi, tetapi juga perekat konektivitas dan penggerak ekonomi nasional.
Kinerja positif turut tercermin pada aspek layanan dan keuangan perusahaan. Tingkat kepuasan pelanggan mencapai skor 3,34 dari skala 4, didukung penguatan layanan digital, kompetensi petugas, dan operasional yang semakin andal.
Pada periode Angkutan Lebaran dan Natal dan tahun baru sebelumnya, ASDP turut mendapatkan apresiasi atas pengelolaan layanan penyeberangan yang semakin baik dan terintegrasi.
Sementara dari sisi korporasi, ASDP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,96 triliun dan laba konsolidasi Rp285,4 miliar hingga akhir 2025. “Capaian itu menunjukkan ASDP terus bertumbuh sebagai perusahaan yang sehat, adaptif, dan tetap berorientasi pada pelayanan publik,” ttutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. ASDP)


