BusinessUpdate – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 56,49 miliar pada Semester I/2026, meningkat 34,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp42,03 miliar. Penjualan bersih untuk pertama kalinya menembus Rp1 triliun.
Peningkatan laba seiring dengan ekspansi bisnis yang agresif. Selama enam bulan pertama 2026, Fore menambah puluhan gerai kopi baru, memperluas bisnis donat, meningkatkan investasi pada aset tetap dan aset hak guna, serta mempertahankan arus kas operasi tetap positif meski kebutuhan investasi meningkat.
Pertumbuhan perusahaan tidak hanya tercermin dari kenaikan laba, tetapi juga dari bertambahnya skala operasional yang menopang bisnis. Penjualan menjadi pendorong utama laba FORE. Awal 2026, penjualan bersih mencapai Rp1,004 triliun atau meningkat sekitar 51,7% dibandingkan semester I/2025 sebesar Rp662,37 miliar. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan laba bersih yang mencapai 34,4%.
Seiring meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan juga bertambah menjadi Rp382,92 miliar dari Rp253,11 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, laba bruto tetap meningkat signifikan menjadi Rp622,02 miliar dibandingkan Rp409,26 miliar pada semester I/2025.
Dengan demikian, perusahaan masih mampu mempertahankan margin kotor di tengah kenaikan volume usaha. Peningkatan laba bruto kemudian mendorong laba operasional menjadi Rp82,21 miliar, naik dari Rp45,64 miliar pada semester I tahun lalu. Setelah memperhitungkan beban keuangan, penghasilan bunga, rugi selisih kurs, serta beban pajak, laba periode berjalan tercatat sebesar Rp56,49 miliar.
Pertumbuhan penjualan disebabkan bertambahnya jaringan usaha. Per 30 Juni 2026, Fore mengoperasikan 363 gerai kopi di Indonesia, meningkat dari 316 gerai pada akhir 2025. Di luar negeri, perusahaan mempertahankan empat gerai kopi di Singapura.
Sementara itu, lini bisnis donat juga berkembang. Jumlah gerai Fore Donut meningkat menjadi 10 gerai dari sebelumnya hanya dua gerai pada akhir tahun lalu.
Laporan keuangan juga mencatat bahwa PT Cipta Favorit Indonesia mulai mengoperasikan bisnis gerai donat dengan merek Fore Donut sejak 2025. Kehadiran lini bisnis baru tersebut melengkapi bisnis utama perusahaan yang bergerak di sektor kedai kopi dengan merek Fore Coffee.
Dengan demikian, hingga pertengahan 2026 perusahaan mengelola 377 gerai yang terdiri dari 367 gerai di Indonesia, terdiri dari 363 gerai kopi dan 10 gerai donat, serta empat gerai kopi di Singapura. Investasi tercermin pada kenaikan aset Penambahan jaringan gerai juga tercermin pada neraca perusahaan.
Total aset Fore meningkat menjadi Rp1,259 triliun pada akhir Juni 2026 dibandingkan Rp1,160 triliun pada akhir 2025. Salah satu kenaikan terbesar berasal dari aset tetap yang meningkat menjadi Rp362,38 miliar dari Rp301,92 miliar. Selain itu, aset hak guna (right-of-use assets) naik menjadi Rp371,06 miliar dari Rp320,27 miliar. Di sisi lain, uang jaminan juga meningkat menjadi Rp33,51 miliar dari Rp27,87 miliar. (ip/jh. Foto: Dok. FORE)


