HomeFINANCEPembiayaan Kendaraan Listrik BCA Finance Capai 20 Persen dari Portofolio

Pembiayaan Kendaraan Listrik BCA Finance Capai 20 Persen dari Portofolio

BusinessUpdate – Kredit kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA yang disalurkan melalui BCA Finance tercatat mencapai 15% hingga 20% terhadap total portofolio perusahaan sepanjang tahun berjalan.

Presiden Direktur BCA Finance, Petrus Santoso Karim berpendapat bahwa adopsi kendaraan listrik di Indonesia sedikit terlambat dibanding negara lain, seperti Thailand. “Thailand sudah lebih dulu, kita 1 tahun atau 1 tahun lebih lambat. Jadi, kalau di BCA, kita punya portofolio untuk mobil EV, itu sudah mendekati 15%—20%,” jelas Petrus dalam Konferensi Pers BCA Expo 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, kini industri otomotif, baik mobil maupun sepeda motor tengah memasuki periode transisi dari kendaraan bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) menuju kendaraan hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), hingga kendaraan listrik (EV).

“Ini sedang ada terjadi pergeseran animo masyarakat atau jenis kendaraan yang ditawarkan oleh produsen otomotif, sehingga kita sama-sama akan menyaksikan satu perubahan gaya hidup untuk masyarakat Indonesia. Tentunya BCA sangat antusias. Kami sangat antusias untuk berperan serta dalam perubahan itu,” jelasnya.

Petrus membeberkan besaran portofolio pembiayaan EV pada tahun berjalan 2026 mengalami kenaikan. Pada 2025 pembiayaan EV berkontribusi sekitar 7% terhadap total portofolio perusahaan.

Petrus mengamini data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat pembiayaan kendaraan konvensional turun, sedangkan EV naik. Baginya, hal ini karena produsen EV sudah ramai bermunculan.

Sebagai informasi, OJK pada Juni 2026 mencatat, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh multifinance tumbuh 34,70% secara tahunan (yoy) menjadi Rp24,60 triliun. Sementara itu, pembiayaan mobil baru dan mobil bekas turun 3,25% yoy menjadi Rp230,47 triliun.

OJK turut berharap insentif kendaraan listrik oleh pemerintah dapat meningkatkan permintaan kendaraan listrik, sehingga berdampak positif terhadap penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh multifinance.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mendorong perusahaan multifinance untuk menyesuaikan strategi bisnisnya. (rn/jh. Foto: Dok. Wuling)

Must Read