HomeCSRPertamina Boyong 11 UMKM Binaan di Ajang Indonesia Fashion Week 2026

Pertamina Boyong 11 UMKM Binaan di Ajang Indonesia Fashion Week 2026

BusinessUpdate – Pertamina Patra Niaga menghadirkan 11 pelaku UMKM lokal binaannya di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. hal ini dilakukan untuk memperkenalkan produk unggulan mereka ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan keikutsertaan 11 UMKM binaan dalam IFW 2026 merupakan langkah perusahaan untuk memperkenalkan beragam kerajinan lokal, mulai dari busana daerah, kain batik, hingga kerajinan tangan kepada masyarakat luas. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pihaknya di seluruh wilayah operasionalnya.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Sebagai pilar utama daya tahan ekonomi nasional, UMKM tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak kreativitas dan kearifan lokal,” kata Kitty dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026).

Ia mengatakan keterlibatan UMKM binaan dalam IFW 2026 menjadi bukti komitmen perusahaan untuk mengangkat kelas usaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dengan membuka akses promosi dan jaringan bisnis, perusahaannya berharap produk-produk lokal binaan perusahaan negara ini dapat semakin dikenal hingga menembus pasar global, sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif nasional.

Ajang IFW 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 menjadi momentum bagi para pelaku UMKM binaan Pertamina Patra Niaga untuk berinteraksi langsung dengan konsumen.

Beberapa UMKM yang ikut di pameran ini diantaranya produk kerajinan dari brand Vite. Selain Vite, ada koleksi busana unik dari Narita Shibori. Vite dan Narita Shibori merupakan dua dari 11 UMKM binaan Pertamina Patra Niaga melalui program Community Involvement & Development (CID) yang berpartisipasi dalam IFW 2026.

Vite dikenal sebagai UMKM yang bergerak di bidang kerajinan berbahan dasar perak dengan tingkat kemurnian mencapai 92,5%. Produk yang dibuat secara manual atau handmade tersebut memiliki nilai tambah karena mengutamakan ketelitian dan keunikan dalam proses pembuatannya.

Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga, produk Vite berhasil memperluas jaringan bisnis hingga pasar internasional dan telah diekspor ke Algeria, Panama, serta Malta.

Sementara itu, Narita Shibori menghadirkan produk fesyen yang menggabungkan kreativitas dengan nilai inklusi sosial. Dalam proses produksinya, UMKM tersebut melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Must Read